medcom.id, Phnom Penh: Para pekerja perusahaan bahan bakar milik Amerika Serikat, Caltex, di Phnom Penh, Kamboja, Rabu (14/5/2014), melanjutkan pemogokan. Mereka menuntut gaji lebih besar setelah perundingan mengenai upah, Selasa (13/5/2014), gagal mencapai kata sepakat.
Pemimpin pemogokan yang juga Presiden Federasi Pekerja Jasa dan Makanan Kamboja, Sar Mora, mengatakan 300 pekerja Caltex melanjutkan pemogokan mereka di 18 dari 26 stasiun pompa bensin Caltex di negeri itu. Ini merupakan hari ketiga mereka mogok.
"Mereka takkan menghentikan protes jika perusahaan tidak menyetujui tuntutan," kata Sar Mora, seperti dikutip Xinhua.
Semua stasiun pompa bensin Caltex di Kota Phnom Penh masih tutup. Para pekerja yang mogok berkumpul di SPBU. Spanduk berisi tuntutan kenaikan gaji lebih tinggi dipasang. Para pekerja menuntut Caltex menaikkan gaji minimum bulanan mereka jadi 160 dolar AS dari 110 dolar AS saat ini.
Pembicaraan antara wakil pekerja dan perusahaan dilangsungkan Selasa (13/5/2014) kemarin. Tapi perundingan tidak menghasilkan kata sepakat. Menurut perusahaan, perlu waktu beberapa bulan untuk mempertimbangkan tuntutan pekerja. "Ini tak bisa diterima oleh pekerja," kata Mora.
medcom.id, Phnom Penh: Para pekerja perusahaan bahan bakar milik Amerika Serikat, Caltex, di Phnom Penh, Kamboja, Rabu (14/5/2014), melanjutkan pemogokan. Mereka menuntut gaji lebih besar setelah perundingan mengenai upah, Selasa (13/5/2014), gagal mencapai kata sepakat.
Pemimpin pemogokan yang juga Presiden Federasi Pekerja Jasa dan Makanan Kamboja, Sar Mora, mengatakan 300 pekerja Caltex melanjutkan pemogokan mereka di 18 dari 26 stasiun pompa bensin Caltex di negeri itu. Ini merupakan hari ketiga mereka mogok.
"Mereka takkan menghentikan protes jika perusahaan tidak menyetujui tuntutan," kata Sar Mora, seperti dikutip Xinhua.
Semua stasiun pompa bensin Caltex di Kota Phnom Penh masih tutup. Para pekerja yang mogok berkumpul di SPBU. Spanduk berisi tuntutan kenaikan gaji lebih tinggi dipasang. Para pekerja menuntut Caltex menaikkan gaji minimum bulanan mereka jadi 160 dolar AS dari 110 dolar AS saat ini.
Pembicaraan antara wakil pekerja dan perusahaan dilangsungkan Selasa (13/5/2014) kemarin. Tapi perundingan tidak menghasilkan kata sepakat. Menurut perusahaan, perlu waktu beberapa bulan untuk mempertimbangkan tuntutan pekerja. "Ini tak bisa diterima oleh pekerja," kata Mora.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DOR)