Bengkulu Manfaatkan Keindahan Alam untuk Tarik Investor

Marcheilla Ariesta 24 November 2018 01:31 WIB
investorkekayaan alam
Bengkulu Manfaatkan  Keindahan Alam untuk Tarik Investor
Perayaan HUT Emas ke-50 Bengkulu di Jakarta, Jumat, 24 November 2018.(Medcom.id/Marcheilla Ariesta)
Jakarta: Memasuki usia emas ke-50, Provinsi Bengkulu mulai bebenah diri. Tidak mau kalah dengan provinsi lain di wilayah barat Sumatra, Bengkulu ingin menarik para investor lewat alamnya yang indah.

"Insyaallah untuk membuat Bengkulu semakin maju ke depannya, kami dari pemerintah daerah Bengkulu telah menyiapkan tiga langkah baru untuk membuat Bumi Rafflesia semakin maju," kata Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, dalam perayaan HUT Emas ke-50 Bengkulu di Jakarta, Jumat 23 November 2018.

Langkah pertama, Bengkulu meluncurkan rencana investasi yang akan diorientasikan terhadap potensi alam wilayah tersebut. "Masyarakat dan birokrasi siap dengan baik untuk memberikan layanan investasi di Bumi Rafflesia," tutur dia.


Langkah kedua, adalah meningkatkan ekspor Bengkulu. Menurut Rohidin, kebanyakan komoditi unggulan Bengkulu malah diekspor dari wilayah lain. 

Karenanya dia ingin agar Pelabuhan Pulau Baai bisa kembali diaktifkan sebagai jalur keluarnya komoditas unggulan dari Bengkulu. Ada pun berbagai produk unggulan dari wilayah Bengkulu adalah kopi, kelapa sawit, karet, hasil laut dan kayu olahan.

Ketiga yang akan dilakukan Rohidin adalah mendaftarkan hak kekayaan intelektual hasil kerja rakyat Bengkulu. "Saya maksudkan agar semua hasil karya masyarakat Bengkulu, baik di sektor perkebunan, industri kreatif, kuliner, hingga kesenian dapat kita daftarkan di Kementerian Hukum dan HAM sebagai kekayaan hak intelektual Bengkulu yang akan dilindungi di masa mendatang," jelasnya.

Rohidin berharap masyarakat Bengkulu makin semangat untuk berkontribusi demi kemajuan Indonesia. "Bengkulu memiliki kemampuan untuk maju dan betul-betul berkontribusi besar bagi Indonesia," pungkasnya.



(LDS)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id