Pimpinan DPD Minta Guru Honorer Bersikap

Anggi Tondi Martaon 04 November 2018 19:03 WIB
berita dpd
Pimpinan DPD Minta Guru Honorer Bersikap
Wakil Ketua DPD RI Darmayanti Lubis (Foto:Dok.DPD)
Jakarta: Nasib guru honorer seakan digantung. Berbagai kebijakan yang dikeluarkan belum menjawab tuntutan mereka agar diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Wakil Ketua DPD RI Darmayanti Lubis meminta tenaga honorer mengambil sikap. “Kita tidak mendesak, sekarang kita serahkan ke honorer mau ambil sikap yang mana,” kata Darmayanti dalam keterangan tertulis, Minggu, 4 November 2018.

Salah satunya tertera dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (AS). Pada UU tersebut tertera aturan tentang pembatasan umur peserta calon PNS pada usia 35 tahun.


Darmayanti menyebut aturan tersebut tidak berpihak kepada guru honorer. Meski terdapat pengangkatan Pegawai dengan Perjanjian Kerja (P3K), langkah ini dinilai belum memberikan solusi atas tuntutan honorer.

“Kan rasanya jadi tidak masuk akal, tidak pantas jika tidak kita bela. Jadi sekarang, pemerintah memberikan beberapa solusi. Tapi itu pun lari dari harapan honorer ini,” ucapnya.

Darmayanti menilai pemerintah pusat lepas tangan terkait permasalahan tenaga honorer tersebut. Pemerintah pusat seakan menyerahkan persoalan tersebut kepada pemerintah daerah.

“Kelihatanya, pusat mau melempar ke daerah. Karena yang menerima honorer ini juga daerah,” ujar Darmayanti yang mengaku pesimistis masalah ini akan selesai dalam satu tahun.

Sementara itu, anggota DPR RI HR Muhammad Syafii menambahkan, dirinya menilai negara tidak punya kemampuan mengatasi permasalahan guru honorer. Hal itu terlihat dalam Rancangan APBN 2019.

"Juga sangat menyesalkan, langkah pemerintah yang mengalokasikan dana sebesar Rp 3 triliun ke kelurahan. Padahal regulasinya belum ada. Sementara jika nilai tersebut diserahkan untuk peningakatan kesejaheraan honorer sangat memungkinkan, minimal sama dengan upah minimum provinsi (UMP)," kata Syafii.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id