Pangdam dan Kapolda Papua Cek Lokasi Penembakan
Ilustrasi penembakan, Medcom.id
Jakarta: Panglima Kodam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI YP Sembiring dan Kapolda Papua Irjen Martuani Sormin Siregar mendatangi Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Kedatangan mereka untuk mengecek informasi terkait dugaan penembakan di Distrik Yigi.

Kepala Penerangan Kodam 17 Cendrawasih Kolonel Infantri Muhammad Aidi mengatakan penembakan itu masih dugaan. Sebab informasi yang didapat hanya satu arah melalui radio SSB pada Senin sore, 3 Desember 2018.

"Tapi kami tak bisa mengontak balik pemberi informasi. Jadi informasi penembakan masih satu arah. Radio SSB itu hanya dioperasikan pada saat menyampaikan informasi karena di sana belum ada listrik," kata Aidi kepada Media Indonesia, Selasa, 4 Desember 2018.


Diduga, penembakan menewaskan 31 orang di Distrik Yigi. Dari informasi yang diterima, ujar Aidi, peristiwa itu terjadi saat korban-korban sedang membangun jembatan Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi.

Meski demikian, TNI tetap menerjunkan pasukan ke Nduga melalui daerah terdekat yaitu Wamena. Perjalanan dari Wamena ke Nduga sekitar 12 jam.

Jalan raya menuju Nduga dibangun TNI. Prajurit harus melewati 32 jembatan menuju lokasi. Salah satu jembatan sedang dibangun pekerja dari PT Istaka (BUMN). Pekerja itu yang diduga menjadi korban kelompok kriminal bersenjata.

“Kita prihatin. Pada saat pemerintah sedang giat-giatnya membangun Papua dan membuka keterisolasian daerah tersebut, malah KKB menembak pekerja. Para pekerja itu adalah pahlawan yang sedang membangun Papua,” kata Aidi. (MI/ Gaudensius Suhardi)

Lihat video:

 



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id