Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Foto: Medcom.id/Dheri.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Foto: Medcom.id/Dheri.

Pemerintah Yakin Penambahan Kuota Haji Tidak Bermasalah

Nasional Haji 2019
Candra Yuri Nuralam • 24 April 2019 06:50
Jakarta: Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko meyakini penambahan kuota haji tidak akan bermasalah. Dia yakin tidak akan ada penumpukan jemaah di tenda peristirahatan.
 
"Enggak (numpuk), itu kan sudah dihitung dari Raja, dari Putra Mahkota, beliau kan mengukur dari volume dan peserta haji dari seluruh dunia, jadi setelah dibangun, bisa menghitung seberapa banyak dari setiap negara bisa mendapatkan alokasi," kata Moeldoko di Rumah Aspirasi Jokowi-Ma'ruf, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 23 April 2019.
 
Namun, Moeldoko berharap penambahan kuota haji harus dibarengi dengan adanya fasilitas yang diperbaiki. Dengan itu, maka kendala akan lebih minim.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tentu harus dibangun terus, justru Putra Mahkota kemarin saat dialog dengan Pak Jokowi mengatakan pada 2020 ada 20 juta (orang) diharapkan berhaji, 2030 proyeksinya 30 juta (orang)," ujar Moeldoko.
 
Pemerintah siap menjalankan tambahan 10 ribu kuota haji. Tambahan kuota dapat mengurangi daftar tunggu jemaah haji.
 
"Jadi kalau ada tambahan 10 ribu, itu kan artinya tambahannya 5 persen dari pada kuota yang ada. Itu yang di daftar tunggu tinggal dimasukkan. Tidak banyak masalah," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 16 April 2019.
 
JK memastikan dana haji yang ada cukup untuk mengakomodasi tambahan 10 ribu kuota haji tersebut. Apalagi, selama ini sudah ada jemaah yang membayar dan tersimpan untuk menutupi selisih.
 
"Bukan subsidi sebenarnya, tapi dana haji sendiri itu yang ditabung selama sekian tahun, itu kan punya hasil. Itu dipakai untuk membayar kekurangan itu," jelas dia.
 
Dia berterima kasih kepada pemerintah Arab Saudi yang sudah menambah kuota haji untuk Indonesia. Dia menilai tambahan ini tak terlepas dari upaya Presiden Joko Widodo, yang membangun komunikasi dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud.
 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif