Gunung Semeru erupsi, Sabtu, 4 Desember 2021. Dok. istimewa
Gunung Semeru erupsi, Sabtu, 4 Desember 2021. Dok. istimewa

Gunung Semeru Erupsi, Ini Prosedur Keselamatan yang Harus Dilakukan Warga

Adri Prima • 04 Desember 2021 20:51
Lumajang: Gunung Semeru mengalami erupsi pada Sabtu sore, 4 Desember 2021. Aktivitas pada gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut terekam dalam sejumlah video dan viral di media sosial. Erupsi mengakibatkan permukiman warga sekitar kaki gunung terdampak abu vulkanik. 
 
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut ada dua kali guguran lava pijar dari Gunung Semeru. Jarak luncur lava itu kurang lebih 500 sampai 800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah. 
 
Warga setempat atau mereka yang tinggal di sekitar lokasi kejadian diminta untuk tetap tenang. Warga juga harus melakukan prosedur keselamatan saat menghadapi bencana erupsi gunung

Dilansir dari laman resmi BPBD, berikut ini tips menghadapi bencana erupsi:

Prabencana


1. Memperhatikan arahan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait dengan perkembangan aktivitas gunungapi.
 
2. Persiapkan masker dan kacamata pelindung untuk mengantisipasi debu vulkanik.
 
3. Mengetahui jalur evakuasi dan shelter yang telah disiapkan oleh pihak berwenang.
 
4. Mempersiapkan skenario evakuasi lain apabila dampak letusan meluas di luar prediksi ahli.
 
5. Persiapkan dukungan logistik:
 
- Makanan siap saji dan minuman
 
- Lampu senter dan baterai cadangan
 
- Uang tunai secukupnya
 
- Obat-obatan.

Saat bencana


1. Pastikan sudah berada di shelter atau tempat lain yang aman dari dampak letusan.
 
2. Gunakan masker dan kacamata pelindung
 
3. Selalu memperhatikan arahan dari pihak berwenang selama berada di shelter.

Pascabencana


1. Apabila Anda dan keluarga harus tinggal lebih lama di shelter, pastikan kebutuhan dasar terpenuhi dan pendampingan khusus bagi anak-anak dan remaja diberikan. Dukungan orangtua yang bekerjasama dengan organisasi kemanusiaan dalam pendampingan anak-anak dan remaja sangat penting untuk mengurangi stres atau ketertekanan selama di shelter.
 
2. Tetap gunakan master dan kacamata pelindung ketika berada di wilayah yang terdampak abu vulkanik.
 
3. Memperhatikan perkembangan informasi dari pihak berwenang melalui radio atau pengumuman dari pihak berwenang.
 
4. Waspada terhadap kemungkinan bahaya kedua atau secondary hazard berupa banjir lahar dingin. Bencana ini dipicu oleh curah hujan tinggi dan menghanyutkan material vulkanik maupun reruntuhan kayu atau apapun sepanjang sungai dari hilir ke hulu. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>