medcom.id, Jakarta: Pemerintah berencana membahas soal high speed transportation (HST), sore nanti. Pembahasan kereta supercepat itu dijadwalkan di Kantor Kepresidenan.
"Rencananya hari ini. (Jam 16.00-red) Rencananya begitu," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2015).
Dia menuturkan, inisiator pertemuan adalah Menko Perekonomian Darmin Nasution. Menurut Sofyan, dirinya belum bisa memberi komentar soal HST. Dia mengaku, ingin mendengar terlebih dahulu soal HST dari konsultan.
"Setelah itu, para menteri memberikan opini, rekomendasi kepada Presiden," sebut dia.
Sejauh ini, Jepang dan Tiongkok menjadi dua negara yang siap menjalankan proyek pengadaan tersebut. Proyek ini mengemuka di masa pemerintaha Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, sempat meredup lantaran pergantian rezim.
Isu pengadaan proyek kembali memanas belakangan ini. Jepang disebut-sebut siap menjadi negara yang merealisasikan proyek Shinkansen itu. Sebab mereka sudah 50 tahun berpengalaman di kereta tersebut.
Namun setelah KTT ke-60 Nonblok dan Konferensi Asia Afrika ke-55, Tiongkok menyodok. Jokowi pun nampak mempertegas kerja sama dengan Tiongkok terkait urusan pengadaan kereta tersebut. Padahal, kereta cepat buatan Tiongkok pernah mengalami kecelakaan pada 24 Juli 2014 dan menewaskan 32 orang penumpang di Provinsi Zhenjian.
medcom.id, Jakarta: Pemerintah berencana membahas soal high speed transportation (HST), sore nanti. Pembahasan kereta supercepat itu dijadwalkan di Kantor Kepresidenan.
"Rencananya hari ini. (Jam 16.00-red) Rencananya begitu," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2015).
Dia menuturkan, inisiator pertemuan adalah Menko Perekonomian Darmin Nasution. Menurut Sofyan, dirinya belum bisa memberi komentar soal HST. Dia mengaku, ingin mendengar terlebih dahulu soal HST dari konsultan.
"Setelah itu, para menteri memberikan opini, rekomendasi kepada Presiden," sebut dia.
Sejauh ini, Jepang dan Tiongkok menjadi dua negara yang siap menjalankan proyek pengadaan tersebut. Proyek ini mengemuka di masa pemerintaha Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, sempat meredup lantaran pergantian rezim.
Isu pengadaan proyek kembali memanas belakangan ini. Jepang disebut-sebut siap menjadi negara yang merealisasikan proyek Shinkansen itu. Sebab mereka sudah 50 tahun berpengalaman di kereta tersebut.
Namun setelah KTT ke-60 Nonblok dan Konferensi Asia Afrika ke-55, Tiongkok menyodok. Jokowi pun nampak mempertegas kerja sama dengan Tiongkok terkait urusan pengadaan kereta tersebut. Padahal, kereta cepat buatan Tiongkok pernah mengalami kecelakaan pada 24 Juli 2014 dan menewaskan 32 orang penumpang di Provinsi Zhenjian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)