Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu, 23 Agustus 2020. Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu, 23 Agustus 2020. Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

Kebakaran Gedung Kejagung Diminta Jadi Pembelajaran

Nasional kejaksaan agung Kebakaran di Kejaksaan Agung
Al Abrar • 24 Oktober 2020 16:37
Jakarta: Kepolisian menyimpulkan penyebab kebakaranGedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung) karena kelalaian. Tak ditemukan motif lain dalam insiden tersebut.
 
Wakil Ketua Komisi III DPR Adies Kadir meminta semua pihak belajar dari hal tersebut. Pengelola gedung dan jajarannya harus maksimal menjalankan standar operasional dan prosedur dalam bekerja.
 
"Siapa menyangka cuma gara-gara kelalaian saja, sehingga puntung rokok dapat melalap habis gedung Kejagung yang sangat besar," kata Aidis dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 24 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adies menyebut delapan tersangka telah ditetapkan atas kelalaian itu. Penyidik sedang melengkapi berkas perkara mereka untuk dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU).
 
Menurut dia, kepolisian tak boleh berhenti di delapan tersangka itu. Kelalaian harus diusut sampai ke tingkat atas.
 
"Tidak bisa hanya bawahan, karena semua yang terkait dan yang mempunyai tanggung jawab, harus merasakan hukuman," ujar Adies.
 
Di sisi lain, dia meminta kebakaran Gedung Kejagung juga menjadi pembelajaran bagi pemerintah. Khususnya dalam pengelolaan anggaran untuk membangun fasilitas negara.
 
"Agar betul-betul cermat dan teliti dalam mengelola anggaran dan memilih semua material kebutuhan di instansinya masing-masing," kata dia.
 
Sebanyak delapan tersangka yakni Direktur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejagung NH, dan Direktur PT ARM, R. Selanjutnya lima tersangka dari unsur pekerja proyek, T, H, S, K, IS, dan mandor UAN.
 
Para tersangka dikenakan Pasal 188 KUHP jo Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukumannya 5 tahun penjara.

 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif