medcom.id, Jakarta: Rumah Bambang Mustari Sadino alias Bob Sadino di Jalan Bulus PDK, Nomor 2121 Cireundeu, Jakarta Selatan, penuh karangan bunga. Ucapan tanda duka cita berebut tempat, mulai dari pintu depan rumah duka sampai tepi jalan.
Pantauan Metrotvnews.com, Selasa (20/1/2015), ucapan duka untuk Om Bob, demikian almarhum disapa semasa hidup, datang dari berbagai lapisan masyarakat. Di situ ada nama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Presiden Joko Widodo dan keluarga.
Juga ada karangan bunga dari Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Presiden ke-3 RI B.J. Habibie, Mendagri Tjahjo Kumolo, advokat Adnan Buyung Nasution dan keluarga, Kepala BIN Marciano Norman, Plt Gubernur Banten Rano Karno, serta masih banyak lagi.
Om Bod meninggal di RS Pondok Indah, Senin (19/1/2015) jam 18.05. Sebelum mengembuskan napas terakhir, pengusaha kelahiran Tanjung Karang, 9 Maret 1933, sempat beberapa hari dirawat karena gangguan pernapasan.
Semasa hidup, Om Bob tergolong pengusaha nyentrik. Itu karena dia gemar berkemaja lengan pendek dan bercelana pendek. Topi koboi juga nyaris tak pernah lepas dari kepalanya.
Jasad Om Bom dijadwalkan dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jaksel, siang nanti selepas salat Zuhur. Selamat jalan Om Bob.
medcom.id, Jakarta: Rumah Bambang Mustari Sadino alias Bob Sadino di Jalan Bulus PDK, Nomor 2121 Cireundeu, Jakarta Selatan, penuh karangan bunga. Ucapan tanda duka cita berebut tempat, mulai dari pintu depan rumah duka sampai tepi jalan.
Pantauan Metrotvnews.com, Selasa (20/1/2015), ucapan duka untuk Om Bob, demikian almarhum disapa semasa hidup, datang dari berbagai lapisan masyarakat. Di situ ada nama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Presiden Joko Widodo dan keluarga.
Juga ada karangan bunga dari Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Presiden ke-3 RI B.J. Habibie, Mendagri Tjahjo Kumolo, advokat Adnan Buyung Nasution dan keluarga, Kepala BIN Marciano Norman, Plt Gubernur Banten Rano Karno, serta masih banyak lagi.
Om Bod meninggal di RS Pondok Indah, Senin (19/1/2015) jam 18.05. Sebelum mengembuskan napas terakhir, pengusaha kelahiran Tanjung Karang, 9 Maret 1933, sempat beberapa hari dirawat karena gangguan pernapasan.
Semasa hidup, Om Bob tergolong pengusaha nyentrik. Itu karena dia gemar berkemaja lengan pendek dan bercelana pendek. Topi koboi juga nyaris tak pernah lepas dari kepalanya.
Jasad Om Bom dijadwalkan dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jaksel, siang nanti selepas salat Zuhur. Selamat jalan Om Bob.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ICH)