Gedung Majelis Ulama Indonesia. Dok. MI
Gedung Majelis Ulama Indonesia. Dok. MI

Fatwa MUI Seputar Ibadahnya Orang Terpapar Korona

Nasional fatwa mui Virus Korona
Surya Perkasa • 16 Maret 2020 23:24
Jakarta: Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa seputar penyelenggaraan ibadah di tengah wabah virus korona (covid-19). Fatwa tersebut terkait dengan isolasi diri, ibadah wajib maupun sunah, penyelenggaraan jenazah, dan interaksi sosial.
 
MUI menekankan setiap muslim wajib melakukan ikhtiar kesehatan dan menjauhi setiap hal yang membawa penyakit. Berikut sejumlah fatwa MUI tersebut seperti yang dilansir dari situs resminya:

1. Ibadah orang terpapar


Fatwa MUI tentang ibadah ini menyatakan, orang terpapar covid-19wajib menjaga dan mengisolasi diri agar menularkan pernyakit kepada pihak lain. Mereka yang sudah terpapar virus korona bisa mengganti salat Jumat dengan salat Zuhur di kediamannya masing-masing.
 
“Karena salat Jumat merupakan ibadah wajib yang melibatkan banyak orang sehingga berpeluang terjadinya penularan virus secara massal,” kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, KH Asrorun Niam Sholeh, Senin, 16 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Orang yang terpapar virus korona haram beribadah sunah yang membuka peluang terjadinya penularan, seperti salat berjemaah lima waktu, salat tarawih, dan salat Ied di masjid atau tempat umum lainnya. Orang terpapar juga haram menghadiri pengajian umum dan tablig akbar.

2. Ibadah orang di lingkungan berpotensi terpapar


Orang yang belum diketahui secara pasti sudah terpapar covid-19, namun berada di kawasan berpotensi penularan tinggi menurut pihak berwenang boleh meninggalkan salat jumat dan mengganti dengan salat zuhur di rumah. Kelompok ini juga boleh meninggalkan jemaah salat lima waktu, salat tarawih, dan salat Ied di masjid atau tempat umum lainnya.
 
Sedangkan muslim di kawasan berpotensi penularan rendah berdasarkan pihak berwenang, tetap wajib menjalankan kewajiban ibadah seperti biasa.

3. Aturan kontak fisik


Orang yang belum diketahui terpapar atau tidak, wajib menjaga diri agar tidak terpapar virus korona. Misalnya kontak fisik langsung seperti bersalaman, berpelukan, cium tangan, membawa sajadah sendiri, dan sering membasuh tangan dengan sabun.

4. Tata cara pengurusan jenazah terpapar


MUI menfatwakan pengurusan jenazah terpapar covid-19, seperti memandikan dan mengafani, harus sesuai syariat dan protokol medis dan dilakukan pihak berwenang. Dalam hal menyalatkan dan menguburkan, perlu dilakukan sebagaimana biasa dengan tetap menjaga agar tidak terpapar Covid-19.

5. Fatwa memborong dan menimbun barang


MUI mengharamkan tindakan menimbun dan memborong barang kebutuhan pokok atau kebutuhan lain di saat wabah seperti masker. Tindakan ini dianggap menimbulkan kerugian publik.
 
“Masyarakat hendaknya proporsional dalam menyikapi penyebaran covid-19 dan orang yang terpapar covid-19 sesuai kaidah kesehatan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan menerima kembali orang yang dinyatakan negatif dan/atau dinyatakan sembuh,” kata Kiai Niam.

 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif