Jakarta: Gempa tektonik berkekuatan 5,7 skala richter mengguncang wilayah Kabupaten Sarmi, Papua. Gempa bumi terletak pada koordinat 1.93 Lintang Selatan dan 138.93 Bujur Timur. Pusat gempa bertepat di laut dekat pesisir pada jarak 67 km arah barat laut Sarmi pada kedalaman 10 kilometer.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, dari 118 rumah yang rusak, 86 rusak berat dan 32 rusak ringan. Selain itu, tiga orang luka berat akibat tertimpa reruntuhan rumah.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Pasifik di New Guinea Trench di sebelah utara Jayapura,” kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat, 15 Juni 2018.
Sutopo menyampaikan, mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh penyesaran miring yang merupakan kominasi antara pergerakan mendatar dan naik (oblique-thrust). Gempa tidak berpotensi tsunami.
"Masyarakat di sekitar Sarmi merasakan guncangan yang kuat selama 2-3 detik. Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah," imbuh Sutopo.
BPBD Kabupaten Sarmi mengerahkan tim reaksi cepat untuk melakukan pendataan. Kendala utama dalam penanganan ini yakni jarak dan jalan menuju ke lokasi terdampak dalam keadaan rusak berat sehingga menyulitkan tim reaksi cepat untuk melakukan pendataan dan mendistribusikan bantuan.
Jarak antar distrik pun saling berjauhan dan aksesnya terbatas. Pendataan masih dilakukan oleh BPBD. Posko BNPB terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Sarmi.
Jakarta: Gempa tektonik berkekuatan 5,7 skala richter mengguncang wilayah Kabupaten Sarmi, Papua. Gempa bumi terletak pada koordinat 1.93 Lintang Selatan dan 138.93 Bujur Timur. Pusat gempa bertepat di laut dekat pesisir pada jarak 67 km arah barat laut Sarmi pada kedalaman 10 kilometer.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, dari 118 rumah yang rusak, 86 rusak berat dan 32 rusak ringan. Selain itu, tiga orang luka berat akibat tertimpa reruntuhan rumah.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Pasifik di New Guinea Trench di sebelah utara Jayapura,” kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat, 15 Juni 2018.
Sutopo menyampaikan, mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh penyesaran miring yang merupakan kominasi antara pergerakan mendatar dan naik (oblique-thrust). Gempa tidak berpotensi tsunami.
"Masyarakat di sekitar Sarmi merasakan guncangan yang kuat selama 2-3 detik. Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah," imbuh Sutopo.
BPBD Kabupaten Sarmi mengerahkan tim reaksi cepat untuk melakukan pendataan. Kendala utama dalam penanganan ini yakni jarak dan jalan menuju ke lokasi terdampak dalam keadaan rusak berat sehingga menyulitkan tim reaksi cepat untuk melakukan pendataan dan mendistribusikan bantuan.
Jarak antar distrik pun saling berjauhan dan aksesnya terbatas. Pendataan masih dilakukan oleh BPBD. Posko BNPB terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Sarmi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DMR)