Presiden Joko Widodo di PMI Dea Malela, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat. Foto: Biro Pers Istana Kepresidenan.
Presiden Joko Widodo di PMI Dea Malela, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat. Foto: Biro Pers Istana Kepresidenan.

Jokowi Puji Keindahan Pesantren Dea Malela

Nasional pesantren islam pondok pesantren
Achmad Zulfikar Fazli • 30 Juli 2018 07:23
Lombok: Presiden Joko Widodo mengapresiasi keindahan tata letak Pondok Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat. Pondok yang baru diresmikan beberapa fasilitasnya itu berdiri di kawasan pegunungan dan perbukitan.
 
"Saya melihat dari atas tadi, gedung-gedungnya sangat tertata, tata ruangnya sangat bagus dengan kontur-kontur naik dan turun, di depannya ada gunung yang menjulang indah, kanan-kiri ada perbukitan," kata Presiden, Minggu, 29 Juli 2018.
 
Ada beberapa fasilitas pesantren yang diresmikan Jokowi, yakni perpustakaan, gedung belajar, masjid, dan wisma. Dengan fasilitas ini, PMI Dea Malela diyakini bisa menjadi pusat pendidikan Islam yang unggul di Tanah Air dan dunia internasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi kalau tadi disampaikan Prof Din Syamsuddin (Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban), ini akan menjadi kampus internasional, insyaallah bukan sesuatu mimpi tetapi akan menjadi sebuah kenyataan," ucap Jokowi.
 
Kepala Negara pun berpesan kepada seluruh masyarakat untuk memelihara anugerah keberagaman yang dimiliki Indonesia. Hal itu untuk menjaga aset terbesar bangsa, yakni persatuan, kerukunan, dan persaudaraan yang terjalin kuat antarmasyarakat.
 
Baca: Presiden Meletakan Batu Pertama Ponpes MTA di Karanganyar
 
"Saya mengajak kita semuanya untuk terus memelihara dan merawat ukhuwah Islamiyah kita, merawat dan menjaga ukhuwah wathoniyah kita, karena itulah tugas kita bersama," kata Presiden.
 
Sementara itu, PMI Dea Malela memiliki 272 santri nasional dan internasional, yang terdiri dari 117 santriwati dan 151 santriwan. terdapat pula santriwati dan santriwan luar negeri, antara lain berasal dari Thailand 16 orang, Kamboja 9 orang, Timor Leste 8 orang dan Rusia 2 orang.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif