Para peserta Olimpiade Sains Provinsi (OSP) tengah bersaing menuju tingkat nasional
Para peserta Olimpiade Sains Provinsi (OSP) tengah bersaing menuju tingkat nasional

13.525 Siswa Berebut Tiket OSN

Nasional Olimpiade Sains Nasional
Antara • 20 April 2018 19:37
Jakarta: Sebanyak 13.525 siswa dari 34 provinsi memperebutkan tiket untuk berlaga ke tingkat nasional melalui sembilan bidang lomba di Olimpiade Sains Provinsi (OSP) yang diselenggarakan 17 hingga 19 April 2018.
 
Kesembilan bidang tersebut adalah Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Komputer, Astronomi, Ekonomi, Kebumian, dan Geografi. "Persaingan pastinya akan berlangsung ketat, karena mereka merupakan siswa-siswa terpilih yang telah membuktikan kemampuan diri dalam seleksi kabupaten/kota yang dilaksanakan pada 28 Februari 2018 lalu," ujar Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas (SMA) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Purwadi, di Jakarta.
 
Pelaksanaan OSP dilaksanakan di masing-masing provinsi. Sementara OSN akan diselenggarakan di Padang 1-7 Juli 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam OSP 2018 ini, Provinsi Jawa Timur menjadi provinsi terbanyak yang mengikutkan peserta ke ajang seleksi provinsi, yaitu 1.149 siswa. Sedangkan Kalimantan Utara, hanya meloloskan 48 siswanya ke ajang OSP 2017.
 
Namun demikian, perbandingan ini tidak serta merta menjadi patokan, karena dalam kenyataannya OSP maupun OSN selalu memunculkan kejutan tidak terduga. Semua provinsi memiliki kesempatan dan peluang yang sama.
 
"Seleksi ini untuk memfasilitasi dan menjaring siswa SMA yang memiliki potensi, bakat, dan minat dalam bidang sains," ujar Purwadi.
 
Olimpiade ini dilaksanakan secara berjenjang, harapannya adalah memberi kesempatan yang sama kepada seluruh siswa SMA untuk berkompetisi. Jadi tidak ada batasan, misalnya, hanya sekolah-sekolah tertentu saja yang bisa ikut.
 
"Semua punya kesempatan sama, baik itu sekolah yang ada di kota sampai yang di pelosok. Jika memang punya kompetensi dan kemampuan yang tinggi, pasti akan mampu melewati seleksi," imbuhnya.
 
Lebih lanjut Purwadi mengatakan, menjadi juara di tingkat kabupaten sudah merupakan sebuah kebanggaan. Apalagi jika kemudian dapat lolos di tingkat provinsi, bahkan nasional dan internasional.
 
Hal ini, kata Purwadi, tentunya akan berimbas pada peningkatan mutu pendidikan ke depannya. "Semoga pada OSP tahun ini kita akan mendapatkan siswa-siswa terbaik yang akan maju ke tingkat nasional, lalu kemudian juga menjadi wakil Indonesia ke tingkat internasioal," kata Purwadi.
 
Seleksi berjenjang dengan tingkat kesulitan dan tantangan berbeda-beda secara tidak langsung juga akan menseleksi dan membentuk karakter peserta.
 
Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Peserta Didik Kemdikbud, Suharlan mengatakan dalam pelaksanaannya, hal atau mekanisme yang berkaitan dengan OSP akan terus perlu ditingkatkan lagi.
 
Salah satunya, bahwa fokus pendidikan menengah ditangani oleh provinsi. Sehingga diharapkan pelaksanaan proses seleksi secara berjenjang juga perlu menjadi prioritas, diperhatikan, dan didukung dengan dana APBD Provinsi.
 
"Kami juga mengharapkan kepada seluruh peserta di bawah naungan provinsi, terus melakukan pembinaan yang intensif agar dapat bersaing maksimal dengan provinsi lainnya," tutur Suharlan.
 

(CEU)

TERKAIT
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif