Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Pengurangan Durasi Karantina Berdasarkan Hasil Kajian

Theofilus Ifan Sucipto • 15 Februari 2022 19:24
Jakarta: Pemerintah menekankan pengurangan durasi karantina pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) berdasarkan hasil kajian. Kebijakan tersebut dilakukan bertahap dari PPLN yang sudah menerima vaksin dosis ketiga atau booster.
 
"Beberapa hasil studi menyebutkan jumlah virus pada orang yang sudah divaksin lebih cepat turun dibanding yang belum," kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam telekonferensi di Jakarta, Selasa, 15 Februari 2022.
 
Wiku mengatakan penurunan jumlah virus membuat masa penyembuhan lebih cepat. Sehingga, risiko menularkan covid-19 pada orang lain cenderung lebih kecil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Meski begitu PPLN yang harus tetap hati-hati dan disiplin protokol kesehatan setelah menyelesaikan masa karantina," papar dia.
 
Baca: Satgas Covid-19 Ingatkan Batas Kapasitas Rumah Sakit
 
Wiku menyebut pemerintah membuat kebijakan berdasarkan kondisi yang dinamis. Masyarakat juga diajak menerapkan langkah bijak.
 
"Caranya dengan beradaptasi dengan baik dan belajar terus untuk perbaikan," tutur dia.
 
Durasi karantina PPLN bakal diturunkan menjadi tiga hari mulai Maret. Kebijakan itu diberlakukan lebih dulu bagi PPLN penerima vaksin dosis ketiga atau booster, warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA).
 
"Pemerintah berencana menurunkan hari karantina pada 1 Maret 2022 atau mungkin lebih awal," kata Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Pulau Jawa dan Bali Luhut Binsar Pandjaitan  dalam telekonferensi di Jakarta, Senin, 14 Februari 2022.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif