Ilustrasi - Medcom.id
Ilustrasi - Medcom.id

Simak, Hukum Berhubungan Badan pada Siang Hari Saat Ramadan

Adri Prima • 05 April 2022 14:13
Jakarta: Ibadah puasa tidak hanya menahan lapar dan haus. Namun, umat muslim diwajibkan untuk menahan segala hawa nafsu termasuk hasrat berhubungan seksual. 
 
Meski demikian, bukan berarti pasangan suami istri dilarang berhubungan badan di bulan puasa. Islam tidak melarang berhubungan suami istri di bulan Ramadan, hanya saja harus dilakukan saat malam hari ketika sedang tidak berpuasa alias setelah berbuka puasa hingga sebelum masuknya waktu berpuasa.
 
Berhubungan intim pada malam hari di bulan Ramadan hukumnya mubah atau boleh. Hal ini terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 187.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (QS. Al-Baqarah: 187)
 
Bagi setiap orang yang telah berhubungan badan wajib hukumnya bersuci dengan melakukan mandi wajib atau mandi junub untuk membersihkan diri dari hadas besar.

Berhubungan di siang hari

Melakukan hubungan intim di siang hari bulan Ramadan jelas dilarang dan membatalkan puasa. Tak hanya membatalkan puasa, mereka yang berhubungan badan di siang hari Ramadan wajib baginya menjalankan kifarah ‘udhma (denda), dengan urutan denda sebagai berikut:
 
Pertama, ia harus memerdekakan hamba sahaya perempuan yang beriman, tak boleh yang lain. Sahaya itu juga harus bebas dari cacat yang mengganggu kinerjanya. Kedua, jika tidak mampu, ia harus berpuasa selama dua bulan berturut-turut. Ketiga, jika tidak mampu, ia harus memberi makanan kepada 60 orang miskin, masing-masing sebanyak satu mud (kurang lebih sepertiga liter).
 
Dalil wajib membayar kafarat bagi orang yang melakukan jima‘ di bulan Ramadan adalah hadis yang berbunyi:
 
Simak, Hukum Berhubungan Badan pada Siang Hari Saat Ramadan
 
Artinya:
Abu Hurairah meriwayatkan, ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah ? lantas berkata, “Celakalah aku! Aku mencampuri istriku (siang hari) di bulan Ramadan. Beliau bersabda, “Merdekakanlah seorang hamba sahaya perempuan.” Dijawab oleh laki-laki itu, “Aku tidak mampu.” Beliau kembali bersabda, “Berpuasalah selama dua bulan berturut-turut.” Dijawab lagi oleh laki-laki itu, “Aku tak mampu.” Beliau kembali bersabda, “Berikanlah makanan kepada enam puluh orang miskin,” (HR al-Bukhari).
 
(PRI)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif