Mantan Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Mantan Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

Peleburan ke BRIN Dinilai Menyulitkan Lembaga Penelitian yang Sudah Berkembang

Theofilus Ifan Sucipto • 23 Januari 2022 17:37
Jakarta: Mantan Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengaku awalnya menyambut baik ide koordinasi lembaga penelitian dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Namun belakangan dia mengkritisi sistem sentralisasi lembaga penelitian.
 
“Sistem pengendalian bukan untuk dijadikan satu karena praktis eksistensi semuanya hilang. Ini tentu menyulitkan,” kata Amin dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk ‘Ada Apa Badan Riset ‘Dikawin’ Paksa?’ Minggu, 23 Januari 2022.
 
Amin menilai seharusnya lembaga penelitian yang sudah berkembang tetap dibiarkan berjalan. Misalnya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Yang tidak bisa berkembang sendiri perlu dipikirkan. Jadi tidak semuanya digabung,” ujar dia.
 
Peleburan seluruh lembaga ke BRIN, kata Amin, menyulitkan untuk bertumbuh, berkembang, dan bertahan. Termasuk kesulitan bekerja sama dengan internasional sehingga Indonesia perlu mengakomodasi keinginan peneliti luar negeri.
 
Amin mafhum gagasan awal pembentukan BRIN oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kepala Negara mempertanyakan anggaran puluhan triliun untuk riset namun hasilnya kurang memuaskan.
 
“Setelah diidentifikasi ternyata banyak tumpang tindih dan pengulangan sehingga butuh mekanisme untuk mengkoordinasi,” tutur dia.
 
Meski begitu, bayangan Amin ihwal koordinasi lembaga penelitian tidak seperti saat ini yang terpusat di BRIN. Pengawasan memang perlu tapi tidak bisa tersentralisasi.
 
“Caranya bukan cuma dijadikan satu untuk dikontrol,” jelas dia.
 
Baca: Pengamat: Peleburan Lembaga Riset ke BRIN Niatnya Baik, Caranya Salah
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif