Prosesi pemakaman jenazah advokat senior Adnan Buyung Nasution di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan,--Foto: MTVN/Surya Perkasa
Prosesi pemakaman jenazah advokat senior Adnan Buyung Nasution di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan,--Foto: MTVN/Surya Perkasa

Salvo Jadi Epilog Perjalanan Bang Buyung Bagi Indonesia

Surya Perkasa • 24 September 2015 12:14
medcom.id, Jakarta: Mobil jenazah berwarna putih berhenti di depan Blad 7, TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Enam serdadu berbaret merah bersiaga di dekat pintu mobil yang mengangkut peti jenazah advokat senior Bang Buyung, sapaan Adnan Buyung Nasution.
 
Satu orang serdadu lain membawa foto hitam putih almarhum, sedangkan satu serdadu lain membawa karangan bunga di samping foto Bang Buyung. Perlahan pintu mobil dibuka, peti jenazah yang ditutupi bendara merah putih dikeluarkan perlahan.
 
Enam serdadu membopong peti berwarna coklat tempat Bang Buyung terbaring. Perlahan barisan serdadu berjalan menuju lahat yang akan menjadi tempat peristirahatan terakhirnya.

Upacara militer sebagai penghormatan kepada pakar, praktisi, dan pejuang hukum dan HAM Indonesia ini berjalan dengan suasana khidmat. Pembacaan biografi singkat Bang Buyung dan penghormatan terakhir untuk penyandang Bintang Mahaputra ini diselimuti rasa haru.
 
Isak tangis terdengar di tengah kerumunan kerabat yang berkumpul di sekeliling lahat. Istri Adnan, Ria Sabariah Sabaruddin tampak termangu di atas kursi roda. Anak menantu serta kerabat Bang Buyung terlihat berusaha menahan tangis. Bahkan Pia Ariesta Nasution, anak bungsu Buyung, tak bisa menahan tangis ketika jenazah ayahnya dimasukkan ke dalam liang lahat.
 
"Semoga dharma baktinya menjadi tauladan dan jalannya dilapangkan menuju alam baka," ucap Menko Perekonomian Darmin Nasution yang memimpin upacara pemakaman Buyung, Kamis (24/9/2015).
 
Salvo Jadi Epilog Perjalanan Bang Buyung Bagi Indonesia
Foto: MTVN/Surya Perkasa
 
Dua puluh serdadu pun mengangkat senjata sebagai penghormatan kepada mantan anggota Wantimpres era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Jaksa di Kejaksaan Agung ini. Salvo ditembakkan, bendera merah putih pun dilipat dan diserahkan ke keluarga.
 
Bang Buyung telah beristirahat di tempat persemayaman terakhirnya. Salvo menjadi pengantar pendiri YLBHI dan penutup kisah perjalanan Bang Buyung, pejuang hukum dan HAM kebanggaan Indonesia.‎
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>