Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

Penampilan Tak Berkorelasi dengan Radikalisme

Nasional Tangkal Radikalisme
Theofilus Ifan Sucipto • 01 November 2019 18:45
Jakarta: Seseorang yang terpapar paham radikal dinilai tidak bisa dilihat dari penampilannya. Paham tersebut bisa menjangkit siapa pun.
 
"Bisa saja orang pakaian rapi, tapi pikirannya keras (radikal)," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat, 1 Oktober 2019.
 
Suhardi sepakat dengan pernyataan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. Mahfud sebelumnya menyampaikan jangan mengasosiasikan perilaku seseorang dari fisiknya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu masalah ideologi, tidak bisa dilihat melalui tata busana," tegas Suhardi.
 
Dia juga setuju dengan rencana Menteri Agama Fachrul Razi melarang penggunaan cadar di instansi pemerintah. Misalnya, anggota kepolisian dilarang berjenggot, namun boleh berkumis.
 
Dia berharap Fachrul bisa menjabarkan wacana tersebut. "Harus dirumuskan, tapi tidak boleh menuduh," tutur Suhardi.
 
Fachrul berencana melarang penggunaan cadar saat memasuki instansi pemerintahan. Hal itu demi alasan keamanan usai insiden penusukan mantan Menko Polhukam Wiranto.
 
"Memang nantinya bisa saja ada langkah-langkah lebih jauh, tapi kita tidak melarang niqab, tapi melarang masuk instansi-instansi pemerintah, demi alasan keamanan," kata Fachrul saat Lokakarya 'Peningkatan Peran dan Fungsi Imam Tetap Masjid' di Hotel Best Western, Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019.
 
Fachrul menekankan penggunaan cadar tak ada hubungannya dengan keimanan. "Kita ingin memberikan kejelasan itu bukan ukuran tingginya iman dan takwa seseorang," tutur dia.
 
Fachrul menyebut pelarangan cadar menyesuaikan peraturan di lembaga masing-masing. Kebijakan itu tidak dipaksakan diterapkan di semua lembaga. "Kalau di pegawai (Kementerian Agama) jelas ada aturannya," kata Fachrul.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif