ilustrasi--ANTARA/Basrul Haq
ilustrasi--ANTARA/Basrul Haq

Ekspedisi NKRI, Pengabdian Terakhir Bharada Rizky

Prita Daneswari • 01 Juli 2014 14:25
medcom.id: Penganiayaan terhadap Bharada Rizky Dwi Wicaksono, anggota Detasemen B Satuan III Pelopor Brimob Kelapa Dua mengegerkan masyarakat.
 
Rizky tewas dianiaya sekitar 10 pria berambut cepak yang menggunakan lima sepeda motor di depan Markas Komando Brimob dekat Halte UI, Depok, Jawa Barat, Selasa (1/7/2014) dini hari.
 
Rizky mengalami luka punggung sebanyak lima tusukan dan bagian belakang kepala terdapat 16 jahitan, jari kelingking kiri robek tiga jahitan, dan luka pada bibir, memar. Malangnya, ia meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit RS Bhayangkara Brimob Kelapa Dua, Depok.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, Bharada baru saja menjalankan tugas sebagai anggota Tim Ekspedisi NKRI.
 
Apakah Tim Ekspedisi NKRI itu?
 
Menurut Tniad.mil.id, Ekspedisi NKRI Koridor Maluku dan Maluku Utara 2014 merupakan gagasan pimpinan TNI bekerja sama dengan Kemenko Kesra. Kegiatan ini berlangsung serkitar empat bulan, mulai dari 6 Februari-26 Juni 2014 pada 8 titik di Pulau Maluku dan Maluku Utara.
 
Kegiatan Ekspedisi NKRI melibatkan sekitar 1.300 orang yang terdiri dari seluruh komponen bangsa baik TNI, Polri, Badan Nasional Pengelola Perbatasan, pemerintah daerah, kalangan pendidik dari berbagai perguruan tinggi, mahasiswa, resimen mahasiswa, pencinta alam, organisasi kepemudaan, Pramuka dan media serta didukung masyarakat setempat.
 
Tujuan ekspedisi ini yaitu untuk membangun kepedulian, kebersamaan, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan nasional melalui program pelestarian lingkungan dan penelitian geologi.
 
Ekspedisi serupa juga pernah dilaksanakan pada 2011 di wilayah Sumatra dengan nama Bukit Barisan pada 2012 di Kalimantan dan di Sulawesi pada 2013.
 
Kegiatan Ekspedisi NKRI Koridor Maluku dan Maluku Utara Tahun 2014 ditutup pada Jumat (27/6/2014) oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Budiman.
 
Hasilnya? Peneliti berhasil menemukan ragam kekayaan alam Indonesia mulai dari jenis baru flora dan spesies fauna. "Untuk di bidang flora, hampir didapat lebih dari 1.000 penemuan, ada sekitar 396 flora yang belum diketahui namanya dan 189 lagi masih harus diselidiki nama-namanya," tutur Kasad.
 
Untuk spesies Fauna, Tim Ekspedisi NKRI menemukan 900 jenis fauna. "Sebanyak 900 jenis fauna, 300 jenis belum diketahui namanya dan 180 masih memerlukan penelitian lanjutan," tambahnya.
 
Bharada Rizky merupakan satu dari sekian anggota Tim Ekspedisi NKRI yang berhasil meraih pencapaian tersebut. Sayang sekali, pengabdian dan jerih payahnya selama empat bulan dalam upaya pelestarian alam bangsa ini harus berakhir dengan penganiayaan hingga kematian oleh pihak tidak bertanggung jawab.
 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>