Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

3 Insiden dalam Setahun, Pukulan Berat Maskapai Penerbangan Malaysia

Adi Waluyo • 28 Desember 2014 14:51
medcom.id, Jakarta: Pesawat AirAsia yang mengangkut 162 orang di dalamnya, hilang dalam perjalanan dari Indonesia menuju Singapura, Minggu (28 Desember) pagi, para pejabat dan maskapai penerbangan luar negeri mengatakan, ini adalah insiden besar ketiga yang dialami maskapai penerbangan Malaysia tahun ini.
 
"AirAsia yang terbang dari Surabaya ke Singapura kehilangan kontak dengan Jakarta pada 07:55 WIB," kata juru bicara Kementerian Transportasi Indonesia, JA Barata, kepada AFP. Airbus A320-200 tersebut meninggalkan bandara internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur pada 05:20 WIB dan diperkirakan tiba di Singapura pada 08:30 waktu Singapura.
 
Direktur Umum Transportasi Udara Indonesia, Djoko Murjatmodjo, mengatakan kepada AFP, pesawat itu membawa tujuh awak dan 155 penumpang - 138 orang dewasa, 16 anak-anak dan seorang bayi. 155 penumpang itu terdiri dari 149 warga Indonesia, tiga warga Korea Selatan termasuk seorang bayi, satu warga Inggris dan satu Malaysia dan satu Singapura.

Murjatmodjo mengatakan, upaya pencarian sedang difokuskan pada daerah antara pulau Belitung dan Kalimantan, di sisi barat pulau Kalimantan, sekitar setengah perjalanan dari rute yang akan dilalui penerbangan QZ8501.
 
"Kami berkoordinasi dengan tim SAR untuk mencari posisi pesawat. Kami percaya itu adalah suatu tempat antara Tanjung Pandan, sebuah kota di pulau Belitung, dan Kalimantan," ujar Murjatmodjo, seperti dilansir Channel NewsAsia.
 
"Operasi pencarian dan penyelamatan telah diaktifkan oleh pemerintah Indonesia dari kantor SAR di Pangkal Pinang," katanya. Ia juga menambahkan bahwa angkatan laut dan angkatan udara Singapura telah menawarkan bantuan.
 
"Pada saat ini, operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung dan AirAsia bekerja sama penuh dan membantu proses pencarian," imbuh Murjatmodjo.
 
Insiden di akhir tahun ini menjadi bencana bagi penerbangan Malaysia. Malaysia Airlines Flight MH370, membawa 239 orang, hilang secara misterius Maret lalu dalam penerbangan Kuala Lumpur - Beijing. Sampai saat ini, belum ada jejak pesawat yang telah ditemukan.
 
Hanya beberapa bulan kemudian, MH17 tertembak jatuh di bulan Juli oleh serangan rudal yang ditembakkan pemberontak di Ukraina. Serangan ini menewaskan seluruh penumpang pesawat yang berjumlah 298 orang.
 
AirAsia, yang memimpin dalam segmen penerbangan hemat di Asia, dipimpin oleh Tony Fernandes, seorang mantan eksekutif industri rekaman, yang membeli maskapai penerbangan yang hampir bangkrut tahun 2001.
 
AirAsia telah menikmati keberhasilan yang spektakuler dan pertumbuhan yang agresif dengan harga yang murah dan biaya overhead yang rendah. Sementara rivalnya, Malaysian Airlines terancam gulung tikar setelah dua bencana besar tahun ini.
 
AirAsia memastikan, bulan ini telah memesan 55 unit A330-900neo dengan harga USD 15 miliar.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AWP)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan