Sessy Aryanthi dan foto AKP Abdul Munir di rumahnya, Senin 5 Desember 2016. Foto: MTVN/Arga Sumantri
Sessy Aryanthi dan foto AKP Abdul Munir di rumahnya, Senin 5 Desember 2016. Foto: MTVN/Arga Sumantri

Pesawat Polisi Jatuh

Komunikasi Terakhir, AKP Munir Tanya Kondisi Anak

Arga sumantri • 05 Desember 2016 16:15
medcom.id, Tangerang: Sessy Aryanthi masih ingat percakapan terakhirnya dengan AKP Abdul Munir. Munir menanyakan kondisi anaknya, setelah itu Sessy tidak bisa berkomunikasi dengan suaminya tersebut.
 
AKP Abdul Munir merupakan korban pesawat M-28 Skytruck milik Polri yang jatuh. Pesawat tujuan Pangkalpinang-Batam itu meledak di perairan Senayang, Kabupaten Lingga, Sabtu siang 3 Desember.
 
Hari itu, Munir pamit untuk berangkat dinas kepada istrinya sekitar pukul 05.30 WIB. "Tepat setelah salat Subuh," kata Sessy memulai cerita kepada Metrotvmews.com di kediamannya, Villa Dago Pamulang, Tangerang Selatan, Senin (5/12/2016).

Tak ada yang aneh dari Munir. Sessy pun tak punya firasat apapun saat pria yang menikahinya sembilan tahun lalu itu pamit. Beberapa jam kemudian, Sessy mengirim pesan singkat ke Munir, tetapi tidak langsung terkirim.
 
Sekitar pukul 08.30 WIB, Sessy lega karena mendapat kabar dari Munir. "Katanya sudah transit di Babel (Bangka Belitung)," ujar Sessy.
 
Munir menanyakan kondisi dua anaknya, Kayyisha Mahening Prameshti, 7, dan Cessaero Shariq Alpheratz, 5. Sessy memberi tahu aktifitas Kayyisha dan Cessaero. "Setelah itu hilang komunikasi," imbuh Sessy.
 
Sekira pukul 11.00 WIB, para istri polisi udara ramai membicarakan di grup aplikasi pesan singkat soal hilang kontak pesawat. Grup pesan singkat berisi para istri alumni Sekolah Penerbangan Curug 57 juga ramai.
 
"Saya lalu tanya, ada apa? Tidak ada yang jawab," ujar Sessy.
 
Tak lama berselang, seorang istri polisi udara memberi tahu Sessy bahwa Munir ada di pesawat yang hilang kontak. "Saya terkejut, lemas, tidak tahu mau ngapain," kata Sessy sembari menghela nafas.
 
Pesawat M-28 Skytruck dinyatakan hilang kontak sekira pukul 11.55 WIB. Pesawat mengangkut 13 orang, terdiri dari lima kru dan delapan penumpang. Para penumpang adalah anggota Direktorat Polisi Udara Baharkam Polri yang hendak ditugaskan ke Polda Kepulauan Riau.
 
Saat ini, tim SAR masih terus mencari penumpang yang hilang. Tim menemukan potongan tubuh diduga korban jatuhnya pesawat Skytruck dan dibawa ke rumah sakit untuk diidentifikasi.
 
Kepala Polda Kepulauan Riau Brigjen Sam Budiangusdian mengatakan, bagian depan pesawat Skytruck menghujam perairan, lalu meledak. "Lima nelayan melihat pesawat itu melayang-layang, mesin antara hidup mati, hidung pesawat ke bawah dan terjadi ledakan di air."
 
Penyebab pasti kecelakaan ini belum diketahui. Yang jelas, ini bukan pertama kali pesawat milik TNI atau Polri nahas saat tugas. Negara bertanggung jawab agar masalah serupa tidak terulang, agar anak-anak bisa terus bersama orangtua.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>