medcom.id, Jakarta: Presiden Joko Widodo mengingatkan semua pihak adanya perubahan pola konsumsi dan kerja publik. Hal itu tercipta akibat sharing economy.
"Sharing economy sebuah revolsi pada sisi supply. Gojek, Grab, Uber, Airbnb, Expedia WeWork. Dulu orang harus beli mobil, sekarang tinggal pesan di smartphone datang lah mobil. Pakai Go-car silakan, pakai GrabCar silakan, Uber silakan," kata Jokowi dalam acara Ekonomi Baru di Era Digital dan pembukaan Indonesia Business & Development Expo di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu 20 September 2017.
Kepala Negara meminta pengusaha memerhatikan perubahan itu. Perubahan bisa menjadi peluang sekaligus ancaman bila mereka tak berinovasi.
"Banyak orang yang bekerja di ekonomi digital, kerjanya fleksibel, sangat dinamis," tegas bekas Gubernur DKI Jakarta itu.
Menurut Jokowi, beragam aplikasi memberikan kesempatan seseorang membuka usaha sampingan di luar pekerjaan utama. Mereka bisa menjadi sopir ataupun menyewakan kamar kosong di rumahnya.
"Ini tentunya akan berdampak pada struktur pengeluaran atau spending atau belanja. Perubahan seperti ini yang kalau kita enggak cermat dan teliti, bisa terkaget-kaget kita," jelas Jokowi.
Dampak paling dahsyat, kata Jokowi, ada di sisi produksi. Dia mencontohkan saat ini warga sudah jarang membeli DVD film hingga koran. Mereka beralih menikmati konten di dunia digital.
Bekas Wali Kota Solo itu mengingatkan saat ini kaum muda lebih senang membelanjakan uangnya untuk berkumpul atau berwisata ketimbang berbelanja. Alhasil, dunia pariwisata mengalami pertumbuhan pesat.
"Pariwisata tumbuh 10-15% per tahun di saat ekonomoi kita tumbuh 5% per tahun. Orang cari pengalaman seru, cari tempat wisata yang khas dan asik, biar bisa pasang foto-foto dan video dari tempat yang kita datangi," ucap dia.
medcom.id, Jakarta: Presiden Joko Widodo mengingatkan semua pihak adanya perubahan pola konsumsi dan kerja publik. Hal itu tercipta akibat
sharing economy.
"
Sharing economy sebuah revolsi pada sisi supply. Gojek, Grab, Uber, Airbnb, Expedia WeWork. Dulu orang harus beli mobil, sekarang tinggal pesan di
smartphone datang lah mobil. Pakai Go-car silakan, pakai GrabCar silakan, Uber silakan," kata Jokowi dalam acara
Ekonomi Baru di Era Digital dan pembukaan Indonesia Business & Development Expo di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu 20 September 2017.
Kepala Negara meminta pengusaha memerhatikan perubahan itu. Perubahan bisa menjadi peluang sekaligus ancaman bila mereka tak berinovasi.
"Banyak orang yang bekerja di ekonomi digital, kerjanya fleksibel, sangat dinamis," tegas bekas Gubernur DKI Jakarta itu.
Menurut Jokowi, beragam aplikasi memberikan kesempatan seseorang membuka usaha sampingan di luar pekerjaan utama. Mereka bisa menjadi sopir ataupun menyewakan kamar kosong di rumahnya.
"Ini tentunya akan berdampak pada struktur pengeluaran atau spending atau belanja. Perubahan seperti ini yang kalau kita enggak cermat dan teliti, bisa terkaget-kaget kita," jelas Jokowi.
Dampak paling dahsyat, kata Jokowi, ada di sisi produksi. Dia mencontohkan saat ini warga sudah jarang membeli DVD film hingga koran. Mereka beralih menikmati konten di dunia digital.
Bekas Wali Kota Solo itu mengingatkan saat ini kaum muda lebih senang membelanjakan uangnya untuk berkumpul atau berwisata ketimbang berbelanja. Alhasil, dunia pariwisata mengalami pertumbuhan pesat.
"Pariwisata tumbuh 10-15% per tahun di saat ekonomoi kita tumbuh 5% per tahun. Orang cari pengalaman seru, cari tempat wisata yang khas dan asik, biar bisa pasang foto-foto dan video dari tempat yang kita datangi," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OJE)