Bagaimana Cara Menjadi Akuntan Profesional?
Salah satu keunggulan yang dimiliki program studi ini ialah memiliki tenaga pengajar dengan Dewan Standar yang sudah diakui di level MEA. (Foto: Dok. Atma Jaya)
Jakarta: Menjadi seorang akuntan publik yang profesional bukan perkara mudah. Seorang akuntan publik profesional harus mampu mendorong keputusan bisnis melalui manajemen keuangan dan arus kas yang akurat dan teratur.

Walau tampak berat, menjadi akuntan publik profesional merupakan cita-cita bagi sebagian orang dengan pemasukan dan jenjang karier menggiurkan. Sebagai gambaran, untuk menjadi akuntan publik, seseorang harus memiliki keterampilan analisis dan komunikasi untuk memelihara dan memeriksa akun keuangan, laporan tentang kinerja keuangan, mengusulkan solusi untuk hambatan bisnis, mempersiapkan dan menyelesaikan pengembalian pajak.

Sebelum berhasil menjadi akuntan publik profesional, ada beberapa cara yang harus ditempuh.


1. Mengantongi Gelar

Gelar sarjana dalam bidang akuntansi atau bidang terkait merupakan persyaratan pendidikan minimum bagi mereka yang berencana menjadi akuntan publik bersertifikat (Certified Public Accountant/CPA). Selain itu, untuk menambah kualitas diri, seorang akuntan publik membutuhkan kursus lanjutan berupa pelaporan keuangan, pajak, audit dan bidang bisnis non-akuntansi lainnya untuk mendapatkan CPA. 

2. Pilih Spesialisasi

Hampir semua akuntan dan CPA memiliki spesialisasi dalam satu, atau lebih bidang praktik. Dua bidang spesialisasi umum adalah akuntansi publik dan akuntansi perusahaan atau bisnis. Sejumlah sub-spesialisasi juga ada, seperti akuntansi lingkungan, audit internal, akuntansi manajerial, dan pajak. Acap kali spesialisasi yang dipilih bertepatan dengan gelar akuntansi diperoleh.

3. Pilih antara Akuntan Publik dan CPA

Terdapat perbedaan antara akuntan publik dan CPA. Akuntan publik tidak memiliki sertifikasi, dapat melakukan tugas terbatas tertentu, seperti penyusunan laporan keuangan. 

Sementara, CPA harus memenuhi sejumlah persyaratan khusus, termasuk mendapatkan gelar sarjana, lulus semua bagian dari ujian CPA, dan bekerja untuk sejumlah jam tertentu. CPA dapat melakukan semua tugas yang sama sebagai akuntan publik. Selain itu juga dapat melakukan audit, meninjau laporan, dan mewakili klien sebelum IRS.

4. Melewati Tes CPA

Ujian CPA ditawarkan selama dua bulan pertama setiap kuartal, dan biasanya berlangsung beberapa hari. Calon dapat mengambil bagian tes dalam urutan apa pun yang mereka pilih. Setelah mereka lulus satu bagian, mereka harus berhasil menyelesaikan tiga bagian lainnya dalam waktu 18 bulan.

5. Menambah Pengalaman Kerja

Sebelum lulus, cobalah untuk magang atau cara lain untuk mendapatkan pengalaman kerja sebagai akuntan. 

6. Cari Peluang Pendidikan Berkelanjutan

Setelah Anda mendapatkan pekerjaan pertama, Anda akan tergoda untuk duduk dan menikmati karier setelah semua upaya keras di kampus. Namun, sebenarnya ini adalah saatnya Anda harus memikirkan langkah berikutnya, karier harus naik. Menghasilkan sertifikasi dalam spesialisasi akuntansi atau gelar master dalam bidang akuntansi dapat membantu meningkatkan karier.

Untuk bisa menjadi seorang akuntan publik yang profesional, Universitas Katolik Atma Jaya merupakan solusi terbaik. Universitas Katolik Atma Jaya menyediakan Atma Jaya Graduate School of Business yang merupakan salah satu sekolah pascasarjana terbaik di Indonesia.

Melalui program Magister Akuntansi, Atma Jaya Graduate School of Business mendidik para mahasiswanya untuk bukan hanya sekadar mengaudit. Para mahasiswa dilatih menjadi seorang akuntan publik yang mampu terlibat dalam setiap pengambilan keputusan. 

"Kami maunya akuntan punya leadership karena semua informasi dia pegang. Kalau punya semua informasi, tinggal dibekali leadership untuk menjadi nomor satu," ujar Ketua Program Studi Magister Akuntansi Atma Jaya Graduate School of Business, Christina Juliana, saat berbincang dengan Medcom.id di Jakarta.



(Foto: Dok. Atma Jaya)

Dalam menghasilkan seorang akuntan publik yang berkualitas, pola pengajaran tidak dilakukan satu arah. Melainkan lebih banyak menghadirkan contoh kasus untuk memancing mahasiswa memikirkan cara menemukan solusi. Selain itu, penyelesaian masalah melalui diskusi juga diutamakan untuk melatih kemampuan di dunia pekerjaan.

"Ada banyak kasus yang dibahas. Lebih ke arah problem solving. Pada awal pertemuan saya kasih pengarahan dulu. Saya juga senangnya di awal kasih pengarahan singkat, framenya seperti ini, tapi selebihnya akan saya pancing (diskusi). Mereka akan menyampaikan dengan gaya bahasanya masing-masing," kata perempuan yang akrab disapa Ana.

Salah satu keunggulan yang dimiliki program studi ini ialah memiliki tenaga pengajar dengan Dewan Standar yang sudah diakui di level MEA. Tenaga pengajar dari Dewan Standar tersebut berasal dari tiga asosiasi profesi yang diakui di Indonesia, yakni Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dan Institut Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI).

Selain itu, Magister Akuntansi Atma Jaya Graduate School of Business juga telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan IAPI dan IAMI. Hasil MoU dengan IAMI, para mahasiswa mendapatkan fasilitas untuk bisa mengikuti tes CPA. Saat ini, kerja sama dengan IAPI masih dalam proses penjajakan.

"Dengan IAMI kita sudah dapat web untuk program magister. Nanti dari sembilan mata ujian, kita dapat web sekitar empat sampai lima mata ujian dari ujian profesi. Jadi mahasiswa kami hanya tinggal menempuh sisanya. Kalau mereka lulus memenuhi sembilan mata ujian itu, berarti nanti mereka berhak menyandang gelar CPMA. Berikutnya, mereka otomatis bisa mengurus gelar di level ASEAN  (CPA)," kata Ana menjelaskan.

Selain Magister Akuntansi, Atma Jaya Graduate School of Business memiliki program  magister unggulan lainnya di bidang bisnis, di antaranya Magister Manajemen, Magister Ekonomi Terapan, dan Magister Administrasi Bisnis. 

Fokus pada bisnis menjadi filosofi Atma Jaya dalam menumbuhkan komunitas warga yang peduli menjalankan bisnis dengan perhatian pada pembangunan bangsa, yang melihat pola dan memiliki jaringan, terutama di seluruh Asia Tenggara.

"Semua punya keunggulan masing-masing. Intinya keempat prodi menerapkan metode belajar mengajar yang mengawinkan dunia akademik dan praktis," ujar Sekretaris Program Atma Jaya Graduate School of Business, Silvi Purba.

Silvi menambahkan selain pola pengajaran dari internal, pihaknya juga kerap memanggil pembicara dari luar yang disajikan dalam bentuk kuliah umum atau seminar coffee break. Misalnya, seminar yang berlangsung pada Jumat, 18 Mei 2018, menghadirkan pembicara Aria Sukma selaku Enterprise Solution Delivery Metro Data. Dia mengisi seminar seputar big data bertema Interrupted Big Data Analytics bagi Dunia Bisnis di Era Transformasi Digital.

Jika Anda tertarik mengikuti program S2 di Atma Jaya Graduate School of Business, silakan gali infonya di sini.



(ROS)