Jakarta: Pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama meninggal karena penyakit bawaan. Tak ada virus korona (covid-19) di tubuh Jakob.
"Kami lakukan dua kali tes polymerase chain reaction, swab, dan hasilnya negatif," ujar Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Mitra Kelapa Gading, Felix Prabowo Salim di RS Mitra Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu, 9 September 2020.
Menurut dia, Jakob menjalani opname selama dua minggu terakhir. Jakob mengalami kondisi kritis karena gangguan multiorgan.
"Disamping faktor usia, juga penyakit bawaan," kata Felix.
Dia menyebut kondisi Jakob tak stabil saat dirawat. Terkadang membaik, atau menurun.
Baca: Jakob Oetama Teladan Kemanusiaan
"Hanya saat-saat terakhir, karena usia dan makin memburuk, akhirnya meninggal," ucap Felix.
Jakob Oetama meninggal pada usia 88 tahun pada Rabu siang, 9 September 2020. Pria kelahiran di Borobudur, Magelang, pada 27 September 1931 ini dikenal sebagai pendiri majalah Intisari bersama P.K Ojong pada 1963.
Jacob dan Ojong mendirikan harian Kompas pada 28 Juni 1965. Bisnisnya terus berkembang sampai memiliki sejumlah anak perusahaan.
Jakarta: Pendiri Kompas Gramedia
Jakob Oetama meninggal karena penyakit bawaan. Tak ada virus korona (covid-19) di tubuh Jakob.
"Kami lakukan dua kali tes
polymerase chain reaction, swab, dan hasilnya negatif," ujar Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Mitra Kelapa Gading, Felix Prabowo Salim di RS Mitra Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu, 9 September 2020.
Menurut dia,
Jakob menjalani opname selama dua minggu terakhir. Jakob mengalami kondisi kritis karena gangguan multiorgan.
"Disamping faktor usia, juga penyakit bawaan," kata Felix.
Dia menyebut kondisi Jakob tak stabil saat dirawat. Terkadang membaik, atau menurun.
Baca: Jakob Oetama Teladan Kemanusiaan
"Hanya saat-saat terakhir, karena usia dan makin memburuk, akhirnya
meninggal," ucap Felix.
Jakob Oetama meninggal pada usia 88 tahun pada Rabu siang, 9 September 2020. Pria kelahiran di Borobudur, Magelang, pada 27 September 1931 ini dikenal sebagai pendiri majalah Intisari bersama P.K Ojong pada 1963.
Jacob dan Ojong mendirikan harian Kompas pada 28 Juni 1965. Bisnisnya terus berkembang sampai memiliki sejumlah anak perusahaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ADN)