Jakarta: Hari Batik Nasional (HBN) diperingati setiap tanggal 2 Oktober. Peringatan ini sebagai bentuk penghargaan dan kebanggaan terhadap batik, sebuah warisan budaya Indonesia yang diakui dunia.
Sejarah Hari Batik Nasional berawal dari pengakuan UNESCO terhadap batik sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan atau Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity pada 2 Oktober 2009.
Batik Indonesia memiliki beragam motif yang kaya akan makna filosofis. Beberapa motif yang populer di antaranya adalah Sidomukti dari Magetan, Sido Asih dari Yogyakarta, dan Cuwiri dari Surakarta. Setiap motif memiliki ciri khas dan filosofi tersendiri, yang membuat batik semakin bernilai sebagai seni yang mendalam.
Seiring berjalannya waktu, Batik kini semakin mendapatkan pengakuan di dunia internasional. Batik sering dipamerkan dalam berbagai ajang mode global, termasuk di kota-kota besar seperti New York dan Milan.
Daftar warisan Indonesia yang diakui UNESCO
Selain Batik, Indonesia sendiri sejauh ini telah mendaftarkan banyak warisan budaya ke UNESCO. Tercatat setidaknya ada 13 warisan budaya takbenda yang telah diakui badan resmi PBB tersebut sejak tahun 2008 hingga tahun 2024. Terbaru Indonesia juga mengajukan Kebaya sebagai warisan budaya ke UNESCO.
Berikut ini daftar warisan budaya takbenda Indonesia diakui UNESCO:
- Kesenian wayang (2008)
- Keris (2008)
- Batik (2009)
- Pendidikan & pelatihan membatik (2009)
- Angklung (2010)
- Tari Saman (2011)
- Noken dari Papua (2012)
- Tiga genre tari Bali (2015)
- Kapal pinisi (2017)
- Pantun (2020)
- Gamelan (2021)
- Budaya sehat jamu (2023)
- Budaya tempe (2024)
Jakarta:
Hari Batik Nasional (HBN) diperingati setiap tanggal 2 Oktober. Peringatan ini sebagai bentuk penghargaan dan kebanggaan terhadap
batik, sebuah warisan budaya Indonesia yang diakui dunia.
Sejarah Hari Batik Nasional berawal dari pengakuan UNESCO terhadap batik sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan atau Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity pada 2 Oktober 2009.
Batik Indonesia memiliki beragam motif yang kaya akan makna filosofis. Beberapa motif yang populer di antaranya adalah Sidomukti dari Magetan, Sido Asih dari Yogyakarta, dan Cuwiri dari Surakarta. Setiap motif memiliki ciri khas dan filosofi tersendiri, yang membuat batik semakin bernilai sebagai seni yang mendalam.
Seiring berjalannya waktu, Batik kini semakin mendapatkan pengakuan di dunia internasional. Batik sering dipamerkan dalam berbagai ajang mode global, termasuk di kota-kota besar seperti New York dan Milan.
Daftar warisan Indonesia yang diakui UNESCO
Selain Batik, Indonesia sendiri sejauh ini telah mendaftarkan banyak warisan budaya ke UNESCO. Tercatat setidaknya ada 13 warisan budaya takbenda yang telah diakui badan resmi PBB tersebut sejak tahun 2008 hingga tahun 2024. Terbaru Indonesia juga mengajukan Kebaya sebagai warisan budaya ke UNESCO.
Berikut ini daftar warisan budaya takbenda Indonesia diakui UNESCO:
- Kesenian wayang (2008)
- Keris (2008)
- Batik (2009)
- Pendidikan & pelatihan membatik (2009)
- Angklung (2010)
- Tari Saman (2011)
- Noken dari Papua (2012)
- Tiga genre tari Bali (2015)
- Kapal pinisi (2017)
- Pantun (2020)
- Gamelan (2021)
- Budaya sehat jamu (2023)
- Budaya tempe (2024)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)