medcom.id, Yogyakarta: Usai insiden tergelincirnya pesawat Batik Air rute Jakarta-Yogyakarta, Jumat kemarin, Kementerian Perhubungan membekukan rute maskapai itu. Namun, perusahaan induk Batik Air, Lion Grup, akan berupaya mengajukan izin dengan memasukkan maskapai lain untuk mengisi slot jadwal penerbangan yang kosong itu.
"Kami akan berupaya apakah slot yang dibekukan bisa diisi pesawat lain atau tidak," kata Direktur Pengembangan Bisnis Lion Group, Daniel Putut Kuncoro Adi, di Kantor Angkasa Pura 1 Yogyakarta, Sabtu (7/11/2015).
Jika bisa, dia mengatakan akan mengajukan antara Lion Air atau Wings Air. "Tentunya, kami akan mengikuti sesuai dengan UU yang berlaku," kata dia.
Daniel masih berharap bisa mengisi kembali rute maskapai Batik Air yang dibekukan. Selain mengajukan izin pengisian slot penerbangan, Lion Group juga akan mengevaluasi tergelincirnya pesawat Batik Air. Evaluasi nantinya akan disandingkan dengan hasil investigasi yang dikeluarkan Komite Nasional Keselematan Transportasi (KNKT).
Pesawat Batik Air tergelincir di landas pacu 27 Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Jumat, 6 November, pukul 15.05 WIB. Badan pesawat tersebut berhasil dievakuasi pada Sabtu dini hari selama kurang lebih lima jam oleh tim gabungan dari dari Jakarta dan TNI AU Adisutjipto. Posisi pesawat kini berada di landasan ujung timur Bandara Adisutjipto.
KNKT belum bisa menyampaikan penyebab tergelincirnya Batik Air. KNKT membutuhkan waktu antara tiga hingga empat bulan untuk bisa mengungkap penyebabnya.
medcom.id, Yogyakarta: Usai insiden tergelincirnya pesawat Batik Air rute Jakarta-Yogyakarta, Jumat kemarin, Kementerian Perhubungan membekukan rute maskapai itu. Namun, perusahaan induk Batik Air, Lion Grup, akan berupaya mengajukan izin dengan memasukkan maskapai lain untuk mengisi slot jadwal penerbangan yang kosong itu.
"Kami akan berupaya apakah slot yang dibekukan bisa diisi pesawat lain atau tidak," kata Direktur Pengembangan Bisnis Lion Group, Daniel Putut Kuncoro Adi, di Kantor Angkasa Pura 1 Yogyakarta, Sabtu (7/11/2015).
Jika bisa, dia mengatakan akan mengajukan antara Lion Air atau Wings Air. "Tentunya, kami akan mengikuti sesuai dengan UU yang berlaku," kata dia.
Daniel masih berharap bisa mengisi kembali rute maskapai Batik Air yang dibekukan. Selain mengajukan izin pengisian slot penerbangan, Lion Group juga akan mengevaluasi tergelincirnya pesawat Batik Air. Evaluasi nantinya akan disandingkan dengan hasil investigasi yang dikeluarkan Komite Nasional Keselematan Transportasi (KNKT).
Pesawat Batik Air tergelincir di landas pacu 27 Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Jumat, 6 November, pukul 15.05 WIB. Badan pesawat tersebut berhasil dievakuasi pada Sabtu dini hari selama kurang lebih lima jam oleh tim gabungan dari dari Jakarta dan TNI AU Adisutjipto. Posisi pesawat kini berada di landasan ujung timur Bandara Adisutjipto.
KNKT belum bisa menyampaikan penyebab tergelincirnya Batik Air. KNKT membutuhkan waktu antara tiga hingga empat bulan untuk bisa mengungkap penyebabnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UWA)