medcom.id, Jakarta: Badan Anggaran (Banggar) DPR memiliki komitmen dalam memperbaiki politik anggaran agar bisa menciptakan efisiensi dan efektivitas kinerja pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebanyak 98 anggota Banggar diharapkan mampu mengoptimalkan pembahasan RAPBN-P 2015 yang memiliki waktu singkat.
"Saya harapkan agar waktu yang terbatas ini, bisa kami gunakan untuk membahas anggaran untuk kepentingan rakyat,” ujar Ketua Banggar Ahmadi Noor Supit dalam keterangan tertulisnya yang diterima Metrotvnews.com, Rabu (14/1/2015).
Sementara itu, Wakil Ketua Banggar DPR, Said Abdullah menjelaskan, Banggar berkomitmen untuk memperbaiki politik anggaran dalam upaya menghapus stigma negatif terkait proses pembahasan APBN.
"Komitmen saya adalah memberi warna baru dalam politik anggaran. Artinya, porsi anggaran dialokasikan sebesar-besarnya untuk rakyat," kata Said.
Menurut Said, sejauh ini Banggar DPR menjadi sorotan publik terkait politik anggaran yang tidak berpihak pada kelompok wong cilik. Dia berjanji, akan mengembalikan peran DPR dalam menjalankan tugas budgeting.
Langkah awal yang akan dilakukan DPR adalah memperbaiki sistem pembahasan anggaran di Banggar. Dia menegaskan, hal ini penting agar tidak terjadi lagi kesempatan untuk memanfaatkan pembahasan anggaran untuk keuntungan pribadi yang akan menggerogoti uang APBN.
"Semua anggota Banggar sekarang ini punya semangat yang sama menjadikan Banggar dan DPR ini tidak cidera. Kami berjuang sesuai amanah rakyat. Apa yang kami lakukan ini untuk kepentingan seluruh masyarakat, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu," tegasnya.
Bahkan seluruh pembahasan anggaran dilakukan secara terbuka bagi publik. Dia berharap, rapat pembahasan anggaran tidak lagi dilakukan di hotel-hotel, agar publik bisa lebih mudah mengakses hasil keputusan anggaran. "Ini harus diupayakan dibahas di DPR, agar anggota sulit untuk 'berbisik-bisik' saat proses pembahasan APBN," tutup Said.
medcom.id, Jakarta: Badan Anggaran (Banggar) DPR memiliki komitmen dalam memperbaiki politik anggaran agar bisa menciptakan efisiensi dan efektivitas kinerja pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebanyak 98 anggota Banggar diharapkan mampu mengoptimalkan pembahasan RAPBN-P 2015 yang memiliki waktu singkat.
"Saya harapkan agar waktu yang terbatas ini, bisa kami gunakan untuk membahas anggaran untuk kepentingan rakyat,” ujar Ketua Banggar Ahmadi Noor Supit dalam keterangan tertulisnya yang diterima Metrotvnews.com, Rabu (14/1/2015).
Sementara itu, Wakil Ketua Banggar DPR, Said Abdullah menjelaskan, Banggar berkomitmen untuk memperbaiki politik anggaran dalam upaya menghapus stigma negatif terkait proses pembahasan APBN.
"Komitmen saya adalah memberi warna baru dalam politik anggaran. Artinya, porsi anggaran dialokasikan sebesar-besarnya untuk rakyat," kata Said.
Menurut Said, sejauh ini Banggar DPR menjadi sorotan publik terkait politik anggaran yang tidak berpihak pada kelompok wong cilik. Dia berjanji, akan mengembalikan peran DPR dalam menjalankan tugas budgeting.
Langkah awal yang akan dilakukan DPR adalah memperbaiki sistem pembahasan anggaran di Banggar. Dia menegaskan, hal ini penting agar tidak terjadi lagi kesempatan untuk memanfaatkan pembahasan anggaran untuk keuntungan pribadi yang akan menggerogoti uang APBN.
"Semua anggota Banggar sekarang ini punya semangat yang sama menjadikan Banggar dan DPR ini tidak cidera. Kami berjuang sesuai amanah rakyat. Apa yang kami lakukan ini untuk kepentingan seluruh masyarakat, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu," tegasnya.
Bahkan seluruh pembahasan anggaran dilakukan secara terbuka bagi publik. Dia berharap, rapat pembahasan anggaran tidak lagi dilakukan di hotel-hotel, agar publik bisa lebih mudah mengakses hasil keputusan anggaran. "Ini harus diupayakan dibahas di DPR, agar anggota sulit untuk 'berbisik-bisik' saat proses pembahasan APBN," tutup Said.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SUR)