Wakil Presiden RI Jusuf Kalla--Medcom.id/Dheri Agriesta.
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla--Medcom.id/Dheri Agriesta.

JK: Transmigrasi Harus Memberikan Kesejahteraan

Antara • 01 Agustus 2019 12:58
Jakarta: Program transmigrasi harus dapat mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi pendatang maupun warga lokal. Sehingga tidak menimbulkan kesenjangan sosial di antara masyarakat.    
 
"Transmigrasi pada dasarnya memberikan kesejahteraan yang datang dan menambah kesejahteraan yang didatangi, baru itu bisa ada keseimbangan," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Transmigrasi di Jakarta, Kamis, 1 Agustus 2019.    
 
Menurut dia, manfaat dari transmigrasi menjadi tidak maksimal bila pendatang dan warga lokal tidak sejahtera. Apalagi, kesenjangan sosial pun saat ini selalu menjadi penyebab konflik antarmasyarakat di beberapa daerah tujuan transmigrasi. Biasanya masalah muncul karena warga pendatang dianggap lebih sejahtera dibandingkan warga lokal.    

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Timbul kesenjangan antara yang datang dengan yang didatangi, yang datang dapat lahan dua hektare, sementara yang didatangi tidak punya lahan. Maka, timbul transmigrasi lokal untuk menyeimbangkan antara yang datang dan yang didatangi," ujar dia.    
   
JK meminta program transmigrasi disesuaikan dengan kebutuhan zaman. "Transmigrasi di tahun 1950-an tentu berbeda dengan masa kini, kepadatan semakin tinggi di Pulau Jawa," ucap dia. 
 
Awalnya, transmigrasi memang bertujuan mengurangi kepadatan penduduk di Pulau Jawa yang pada 1950-an ada sekitar 50 juta orang.  Namun kondisi di Pulau Jawa sudah berubah. Jumlah penduduknya saat ini sudah mencapai 160 juta orang, serta terdapat aktivitas industri yang memerlukan tenaga kerja.    
 
"Dulu sebagian besar di Jawa adalah daerah pertanian, agraris, sekarang sudah menjadi daerah industri yang membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Sehingga kepadatan itu dapat diatasi dengan kegiatan ekonomi yang lebih mengharapkan labour intensive," ujar dia.   
 
Sementara itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan program perpindahan penduduk telah mencapai 619 kawasan dan 48 kawasan program revitalisasi.   
 
"Program tersebut telah mengelola 4,2 juta transmigran termasuk 1,7 (juta) tenaga kerja yang tinggal di kawasan seluas 4,4 juta hektare," kata Eko.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif