Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra,
Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra,

Pengguna Mobile Legend Bobol Bank Miliaran Rupiah

Nasional games kasus penggelapan
Ilham Pratama Putra • 19 Mei 2019 00:29
Jakarta: Seorang wanita berinisial YS (27) asal Pontianak, Kalimantan Barat ditangkap Polda Metro Jaya. YS merupakan tersangka tindak pidana transfer dana dengan modus debit game online Mobile Legend (ML).
 
"Tersangka YS seorang gamer di ML. Di ML, tersangka mungkin diminta untuk membeli beberapa peralatan dan sebagainya dengan virtual account game tersebut ," Kata Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu 18 Mei 2019.
 
Ary mengatakan, saat membeli fasilitas pada game tersebut, debit uang virtual pada YS tidak berkurang. Disitulah muncul niatan buruk dari YS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tersangka tau dan secara sadar dia membeli fasilitas game itu tidak mengurangi debitnya, tidak mengurangi uangnya. Sehingga dia mengulangi lagi perbuatannya," lanjut Ary.
 
Satu item dari fasilitas game tersebut nyatanya hanya bernilai ratusan ribu rupiah. Karena dilakukan berulang-ulang, akhirnya bank yang bekerjasama dengan pihak game merugi hingga miliayaran rupiah.
 
"Artinya YS berhasil membobol sebuah bank, karena berulang-ulang, bank ini mengalami kerugian Rp1,85 miliar. Sehingga bank harus membayar RP1,85 miliar kepada pemilik game," ujar Ary.
 
Pihaknya masih merahasiakan bank yang dimaksud. Ary menyebut masih terus menggali keterangan dari tersangka.
 
YS dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun. YS juga diancam dengan pasal 85 undang-undang nomor 3 tahun 2011 tentang transfer dana, karena YS menerima uang dengan cara yang tidak benar.
 
Lebih lanjut Ary berharap agar kasus serupa tak lagi terulang. Dia menyayangkan sikap YS yang melakukan tindak pidana ini secara sengaja.
 
"Kami berharap kerja sama dari semua pihak, agar masyarakat yang melihat adanya celah seperti ini tidak melanjutkan niatnya, untuk tidak melakukan hal semacam ini," pungkas Ary.

 

(BOW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif