Habaib Muda Nusantara Serukan Persatuan. Foto: Dokumen istimewa.
Habaib Muda Nusantara Serukan Persatuan. Foto: Dokumen istimewa.

Habaib Muda Nusantara Serukan Persatuan

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
30 Mei 2019 22:03
Jakarta: Puluhan habib dan dai yang tergabung dalam Habaib Muda Nusantara (Hadana) mengaku prihatin dan kecewa atas kondisi bangsa saat ini. Apalagi, agama dibawa-bawa untuk kepentingan nafsu politik semata.
 
Koordinator Hadana, Habib Muhammad Shahir Alaydrus atau yang lebih dikenal Habib Syahdu menegaskan agama sebagai panduan moral berpolitik. Namun, yang terjadi saat ini justru agama dijadikan kendaraan politik.
 
Habib Syahdu mencontohkan kejadian aksi demonstrasi yang berujung ricuh di Bawaslu belum lama ini. Menurut dia, aksi itu mengindikasikan agama terseret dalam pusaran politik yang buruk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mati dalam keadaan membela ambisi politik seseorang tidak bisa digolongkan ke dalam syuhada, tapi mati konyol," ujar Habib Syahdu dalam keterangannya, Jakarta, Kamis, 30 Mei 2019.
 
Habib Syahdu mengaku selama ini Hadana berkeliling hampir ke setiap daerah untuk mensyiarkan agama Islam yang rahmatan lil alamin bagi seluruh masyarakat Indonesia. Hadana tergerak untuk meluruskan manipulasi agama dari kepentingan politik.
 
Sementara snggota Hadana, Habib Abdullah Ba'bud mendukung aparat keamanan untuk menindak tegas para perusuh dan aktornya. "Kami meminta kepada seluruh ulama untuk sama-sama menciptakan suasana damai di bulan suci Ramadan," tutur dia.
 
Mengutip sebuah hadis riwayat Bukhari, kata Habib Abdullah, barang siapa yang tidak menyukai kebijakan penguasa, hendaklah ia bersabar. Sebab siapa pun yang keluar, menentang, memberontak dari ketaatan kepada pemimpin barang sejengkal lalu ia mati, maka ia mati dalam keadaan jahiliyyah.
 
Habib Abdullah mengajak para ulama dan habaib untuk tetap bergandengan tangan dan senantiasa memberi kesejukan bagi umat.
 
"Ulama dan habaib adalah perekat dan pemersatu bangsa. Jika mereka terpecah maka akan membahayakan Indonesia. Untuk itu mari kita sudahi perselisihan terkait politik. Sekarang saatnya bergerak bersama membangun bangsa dengan menjaga keutuhan NKRI," pungkas dia.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif