Suasana edukasi jurnalistik di Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Quran, Tangerang, Banten. Medcom.id/Cindy.
Suasana edukasi jurnalistik di Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Quran, Tangerang, Banten. Medcom.id/Cindy.

Metro TV Ajarkan Prinsip Produksi Berita di Ponpes Daarul Quran

Nasional Metro TV Berbagi
Cindy • 12 September 2019 14:51
Tangerang: Jurnalis senior Metro TV Andi Setia Gunawan menyosialisasikan teknik produksi berita kepada siswa Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Quran, Tangerang, Banten. Program edukasi ini merupakan salah satu bentuk peduli dari Metro TV Berbagi.
 
Andi mengatakan terdapat lima prinsip produksi berita sesuai ajaran Al Quran. Di antaranya informasi menarik bermanfaat, verifikasi dan klarifikasi berita, aturan jurnalistik, amanah dan adil, serta mencerdaskan bangsa.
 
"Sampaikanlah informasi yang menarik dan bermanfaat. Harus sesuai dengan kaedah jurnalistik, jangan asal menarik saja tapi tidak berbobot isinya," kata Andi di Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Quran, Tangerang, Banten, Kamis, 12 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Andi mengingatkan informasi yang tersebar di media sosial perlu diverifikasi. Ia mencontohkan kasus berita bohong Ratna Sarumpaet.
 
Saat itu, jurnalis berlomba-lomba mencari informasi terkait hal tersebut. Konfirmasi dilakukan ke Rumah Sakit Bina Estetika hingga anak Ratna, Kartika Sari.
 
"Dicek datanya, ada bukti transfer-nya. Kita konfirmasi ke anaknya, dia bilang iya mama ke sana untuk operasi plastik. Itu namanya konfirmasi klarifikasi," ucap Andi.
 
Sementara aturan jurnalistik, kata Andi, memiliki kaedahnya masing-masing sesuai alur media. Dia mencontohkan produksi televisi, gambar tidak senonoh perlu dikaburkan.
 
"Melalui peraturan dewan pers, Undang-Undang pokok pers, kode etik jurnalistik, p3spsk KPI diatur semuanya," ucapnya.
 
Lanjut Andi, amanah dan adil yang dimaksud dalam jurnalistik soal media massa yang netral. Menurutnya, media manapun tidak ada yang netral.
 
"Yang ada harus adil dan amanah artinya porsi berita sesuai kebutuhan. Kalau ternyata kepentingan orang miskin lebih besar, kasus-kasus mereka lebih banyak diberitakan," jelas Andi.
 
Andi menuturkan mencerdaskan bangsa bisa melalui penyebaran informasi lewat media massa. Metro TV sebagai media televisi menghadirkan informasi akurat terpercaya. Jika dinilai tak bermanfaat bagi bangsa, lanjut Andi, Metro TV tak akan menyiarkan program tersebut.
 
"Makanya di Metro TV tidak ada yang namanya sinetron, lebih banyak mudharatnya, mending enggak usah (disiarkan)," tandas Andi.
 
Dalam acara itu juga hadir Finance and Techincal Support Director Mohammad Mirdal Akib dan Corporate Communication Metro TV Fifi Aledya. Kedatangan Metro TV Berbagi disambut Pengasuh Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Ustadz Saiful Bahri.

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif