Jakarta: Perayaan Hari Raya Iduladha atau Idul Kurban selalu membawa berkah tersendiri bagi masyarakat. Pada momen penuh kebahagiaan ini, persediaan daging kurban, baik daging sapi, kambing, maupun domba biasanya akan melimpah di setiap rumah tangga.
Namun, agar keberkahan tersebut tetap terjaga dan hidangan yang disajikan membawa manfaat baik bagi tubuh, proses pengolahan daging kurban harus dilakukan secara tepat dan higienis.
Melansir informasi dari laman resmi MUIDigital, Wakil Ketua Lembaga Kesehatan (LK) MUI, Dr. dr. Bayu Wahyudi, mengungkapkan empat cara penting dalam mengolah daging kurban agar tetap aman dan sehat saat dikonsumsi.
Memastikan Kesehatan Hewan dan Kebersihan Tempat Sembelih
Langkah awal menjaga keamanan daging kurban sejatinya sudah dimulai sejak sebelum proses penyembelihan dilakukan. Dokter Bayu menyampaikan bahwa sangat penting untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi yang sehat, tidak mengalami cacat fisik, serta terbebas dari berbagai penyakit menular.
Selain itu, lokasi atau tempat yang digunakan untuk penyembelihan harus dipastikan bersih dan memiliki saluran pembuangan limbah yang memadai agar tidak mencemari lingkungan sekitar.
Menghindari Kontaminasi Silang saat Pemotongan
Saat proses pemotongan dan pencacahan daging berlangsung, aspek higienitas alat dan petugas harus dijaga dengan ketat. Pisau yang digunakan wajib dalam kondisi tajam dan steril. Para petugas juga diimbau untuk tidak menyentuh daging menggunakan tangan yang kotor.
Hal krusial yang sering kali terabaikan di lapangan adalah masalah kontaminasi silang.
"Pisahkan alat pemotong daging dari alat yang digunakan untuk isi perut atau darah (hindari kontaminasi silang)," tegas dr. Bayu Wahyudi.
Baca Juga :
No No Bau Prengus pada Daging Kurban, Ini Hack Mengolahnya ala Pakar IPB
Aturan Pencucian dan Manajemen Suhu Penyimpanan
Setelah daging selesai dipotong, bersihkan daging dengan cara dicuci menggunakan air bersih yang mengalir. Ingat, daging cukup dibilas dan jangan direndam terlalu lama di dalam wadah air.
Dokter Bayu juga mengingatkan masyarakat untuk menyimpan daging di wadah yang bersih dan tertutup rapat. Sangat dilarang menggunakan kantong plastik hitam kresek karena plastik jenis tersebut mengandung senyawa kimia berbahaya yang dapat bermigrasi ke daging.
Bila daging tidak langsung dieksekusi di dapur, perhatikan aturan batas waktu dan suhu penyimpanannya berikut ini:
Daging boleh dibiarkan di suhu ruang jika rentang waktu tunggu untuk dimasak kurang dari dua jam.
Jika daging baru akan dimasak dalam kurun waktu 1 hingga 2 hari, maka daging wajib disimpan di dalam lemari es dengan suhu 4°C.
Jika daging diproyeksikan untuk disimpan lama hingga 3 bulan ke depan, maka daging harus segera dimasukkan ke dalam freezer dengan suhu ekstrem -18°C.
Teknik Memasak yang Sehat hingga Matang Sempurna
Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah proses memasak. Agar seluruh bakteri atau mikroba jahat di dalam daging mati secara total, daging kurban harus dimasak hingga benar-benar matang sempurna dengan suhu internal minimal mencapai 70°C.
Sebagai penutup, pakar kesehatan dari LK MUI ini juga memberikan tips konsumsi yang bijak bagi masyarakat agar terhindar dari risiko kolesterol atau masalah pencernaan selama hari raya.
"Hindari memasak dengan terlalu banyak minyak atau santan secara berlebihan," pungkas dr. Bayu.
Dengan menerapkan empat panduan praktis dari MUI ini, hidangan Iduladha di meja makanmu tidak hanya akan terasa lezat, tetapi juga dijamin aman, higienis, serta membawa berkah kesehatan bagi seluruh anggota keluarga.
(Fany Wirda Putri)
Jakarta: Perayaan Hari Raya Iduladha atau Idul Kurban selalu membawa berkah tersendiri bagi masyarakat. Pada momen penuh kebahagiaan ini, persediaan
daging kurban, baik daging sapi, kambing, maupun domba biasanya akan melimpah di setiap rumah tangga.
Namun, agar keberkahan tersebut tetap terjaga dan hidangan yang disajikan membawa manfaat baik bagi tubuh, proses pengolahan daging kurban harus dilakukan secara tepat dan higienis.
Melansir informasi dari laman resmi MUIDigital, Wakil Ketua Lembaga Kesehatan (LK) MUI, Dr. dr. Bayu Wahyudi, mengungkapkan empat cara penting dalam mengolah daging kurban agar tetap aman dan sehat saat dikonsumsi.
Memastikan Kesehatan Hewan dan Kebersihan Tempat Sembelih
Langkah awal menjaga keamanan daging kurban sejatinya sudah dimulai sejak sebelum proses penyembelihan dilakukan. Dokter Bayu menyampaikan bahwa sangat penting untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi yang sehat, tidak mengalami cacat fisik, serta terbebas dari berbagai penyakit menular.
Selain itu, lokasi atau tempat yang digunakan untuk penyembelihan harus dipastikan bersih dan memiliki saluran pembuangan limbah yang memadai agar tidak mencemari lingkungan sekitar.
Menghindari Kontaminasi Silang saat Pemotongan
Saat proses pemotongan dan pencacahan daging berlangsung, aspek higienitas alat dan petugas harus dijaga dengan ketat. Pisau yang digunakan wajib dalam kondisi tajam dan steril. Para petugas juga diimbau untuk tidak menyentuh daging menggunakan tangan yang kotor.
Hal krusial yang sering kali terabaikan di lapangan adalah masalah kontaminasi silang.
"Pisahkan alat pemotong daging dari alat yang digunakan untuk isi perut atau darah (hindari kontaminasi silang)," tegas dr. Bayu Wahyudi.
Aturan Pencucian dan Manajemen Suhu Penyimpanan
Setelah daging selesai dipotong, bersihkan daging dengan cara dicuci menggunakan air bersih yang mengalir. Ingat, daging cukup dibilas dan jangan direndam terlalu lama di dalam wadah air.
Dokter Bayu juga mengingatkan masyarakat untuk menyimpan daging di wadah yang bersih dan tertutup rapat. Sangat dilarang menggunakan kantong plastik hitam kresek karena plastik jenis tersebut mengandung senyawa kimia berbahaya yang dapat bermigrasi ke daging.
Bila daging tidak langsung dieksekusi di dapur, perhatikan aturan batas waktu dan suhu penyimpanannya berikut ini:
Daging boleh dibiarkan di suhu ruang jika rentang waktu tunggu untuk dimasak kurang dari dua jam.
Jika daging baru akan dimasak dalam kurun waktu 1 hingga 2 hari, maka daging wajib disimpan di dalam lemari es dengan suhu 4°C.
Jika daging diproyeksikan untuk disimpan lama hingga 3 bulan ke depan, maka daging harus segera dimasukkan ke dalam freezer dengan suhu ekstrem -18°C.
Teknik Memasak yang Sehat hingga Matang Sempurna
Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah proses memasak. Agar seluruh bakteri atau mikroba jahat di dalam daging mati secara total, daging kurban harus dimasak hingga benar-benar matang sempurna dengan suhu internal minimal mencapai 70°C.
Sebagai penutup, pakar kesehatan dari LK MUI ini juga memberikan tips konsumsi yang bijak bagi masyarakat agar terhindar dari risiko kolesterol atau masalah pencernaan selama hari raya.
"Hindari memasak dengan terlalu banyak minyak atau santan secara berlebihan," pungkas dr. Bayu.
Dengan menerapkan empat panduan praktis dari MUI ini, hidangan Iduladha di meja makanmu tidak hanya akan terasa lezat, tetapi juga dijamin aman, higienis, serta membawa berkah kesehatan bagi seluruh anggota keluarga.
(
Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)