Jakarta: Bulan Muharram menjadi salah satu bulan istimewa dalam kalender Islam. Pada bulan ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amalan sunnah, termasuk menjalankan Puasa Tasua dan Puasa Asyura yang memiliki berbagai keutamaan.
Puasa Tasua dilaksanakan pada 9 Muharram, sedangkan Puasa Asyura dikerjakan pada 10 Muharram. Kedua puasa sunnah ini memiliki kedudukan yang istimewa dan dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Meskipun Rasulullah SAW tidak sempat menjalankan Puasa Tasu'a karena wafat sebelum memasuki Muharram tahun berikutnya, beliau pernah menyampaikan keinginannya untuk berpuasa pada tanggal tersebut.
"Jika umurku masih sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa di hari yang kesembilan." (HR Muslim).
Jadwal puasa Tasua dan Asyura
Berdasarkan kalender hijriah Indonesia yang dirilis Kementerian Agama RI, 1 Muharram 1448 jatuh pada tanggal Rabu, 17 Juni 2026.
Dengan menggunakan acuan tersebut, maka puasa Tasua (( Muharram 1448 H) jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026. Sedangkan puasa Asyura (10 Muharram 1448 H) jatuh di hari Jumat, 26 Juni 2026.
Niat puasa Tasua dan Asyura
bagi umat Islam yang ingin mengamalkannya, berikut adalah ragam bacaan lafal niat yang bisa digunakan:
1. Niat Puasa Tasua
Niat ini dapat dilafalkan pada malam hari atau esok hari pada 9 Muharam
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatit Tasu’a lillahi ta‘ala.
Artinya, “Aku berniat puasa sunah Tasua esok hari karena Allah SWT.”
Baca Juga :
Doa Buka Puasa Tasu’a: Arab, Latin, dan Artinya
2. Niat Puasa Asyura
Niat ini dapat dilafalkan pada malam hari atau esok hari pada 10 Muharam
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatil asyura lillahi ta‘ala.
Artinya, “Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.”
3. Niat Puasa di Siang Hari
Niat ini dilafalkan jika terlupa membaca niat di malam hari:
Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i sunnatit Tasu‘a awil asyura lillahi ta‘ala.
Artinya, “Aku berniat puasa sunah Tasu’a atau Asyura hari ini karena Allah SWT.”
Keutamaan Puasa Asyura
1. Puasa Paling Utama Setelah Ramadan
Puasa Asyura yang dilaksanakan di bulan Muharram termasuk amalan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Muharram." (HR Muslim)
2. Menghapus Dosa Setahun Sebelumnya
Salah satu keutamaan terbesar Puasa Asyura adalah menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama setahun yang telah berlalu.
"Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu." (HR Muslim)
3. Menjadi Pembeda dengan Kaum Yahudi
Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram atau 10 dan 11 Muharram sebagai pembeda dari tradisi puasa yang dilakukan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada 10 Muharram.
"Berpuasalah kalian pada hari 'Asyura dan berbedalah dari kaum Yahudi, maka berpuasalah satu hari sebelum atau sesudahnya." (HR Ahmad).
4. Memiliki Pahala yang Besar
Sejumlah riwayat menyebutkan bahwa Puasa Asyura memiliki ganjaran yang sangat besar di sisi Allah SWT. Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk tidak melewatkan amalan sunnah ini.
5. Pahala Seperti Berpuasa 30 Hari
Puasa Asyura yang hanya dilaksanakan selama satu hari disebut memiliki keutamaan pahala yang sangat besar, bahkan disamakan dengan pahala puasa selama 30 hari dalam sejumlah riwayat.
6. Amalan yang Dicintai Rasulullah SAW
Puasa Asyura merupakan salah satu puasa sunnah yang rutin dan sangat diperhatikan oleh Rasulullah SAW. Hal ini menunjukkan besarnya nilai ibadah tersebut dalam ajaran Islam.
Dengan berbagai keutamaan yang dimiliki, Puasa Tasu'a dan Asyura menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus meraih pahala dan ampunan dari Allah SWT pada bulan Muharram.
Jakarta: Bulan Muharram menjadi salah satu bulan istimewa dalam kalender Islam. Pada bulan ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amalan sunnah, termasuk menjalankan
Puasa Tasua dan
Puasa Asyura yang memiliki berbagai keutamaan.
Puasa Tasua dilaksanakan pada 9 Muharram, sedangkan Puasa Asyura dikerjakan pada 10 Muharram. Kedua puasa sunnah ini memiliki kedudukan yang istimewa dan dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Meskipun Rasulullah SAW tidak sempat menjalankan Puasa Tasu'a karena wafat sebelum memasuki Muharram tahun berikutnya, beliau pernah menyampaikan keinginannya untuk berpuasa pada tanggal tersebut.
"Jika umurku masih sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa di hari yang kesembilan." (HR Muslim).
Jadwal puasa Tasua dan Asyura
Berdasarkan kalender hijriah Indonesia yang dirilis Kementerian Agama RI, 1 Muharram 1448 jatuh pada tanggal Rabu, 17 Juni 2026.
Dengan menggunakan acuan tersebut, maka puasa Tasua (( Muharram 1448 H) jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026. Sedangkan puasa Asyura (10 Muharram 1448 H) jatuh di hari Jumat, 26 Juni 2026.
Niat puasa Tasua dan Asyura
bagi umat Islam yang ingin mengamalkannya, berikut adalah ragam bacaan lafal niat yang bisa digunakan:
1. Niat Puasa Tasua
Niat ini dapat dilafalkan pada malam hari atau esok hari pada 9 Muharam
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatit Tasu’a lillahi ta‘ala.
Artinya, “Aku berniat puasa sunah Tasua esok hari karena Allah SWT.”
2. Niat Puasa Asyura
Niat ini dapat dilafalkan pada malam hari atau esok hari pada 10 Muharam
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatil asyura lillahi ta‘ala.
Artinya, “Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.”
3. Niat Puasa di Siang Hari
Niat ini dilafalkan jika terlupa membaca niat di malam hari:
Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i sunnatit Tasu‘a awil asyura lillahi ta‘ala.
Artinya, “Aku berniat puasa sunah Tasu’a atau Asyura hari ini karena Allah SWT.”
Keutamaan Puasa Asyura
1. Puasa Paling Utama Setelah Ramadan
Puasa Asyura yang dilaksanakan di bulan Muharram termasuk amalan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Muharram." (HR Muslim)
2. Menghapus Dosa Setahun Sebelumnya
Salah satu keutamaan terbesar Puasa Asyura adalah menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama setahun yang telah berlalu.
"Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu." (HR Muslim)
3. Menjadi Pembeda dengan Kaum Yahudi
Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram atau 10 dan 11 Muharram sebagai pembeda dari tradisi puasa yang dilakukan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada 10 Muharram.
"Berpuasalah kalian pada hari 'Asyura dan berbedalah dari kaum Yahudi, maka berpuasalah satu hari sebelum atau sesudahnya." (HR Ahmad).
4. Memiliki Pahala yang Besar
Sejumlah riwayat menyebutkan bahwa Puasa Asyura memiliki ganjaran yang sangat besar di sisi Allah SWT. Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk tidak melewatkan amalan sunnah ini.
5. Pahala Seperti Berpuasa 30 Hari
Puasa Asyura yang hanya dilaksanakan selama satu hari disebut memiliki keutamaan pahala yang sangat besar, bahkan disamakan dengan pahala puasa selama 30 hari dalam sejumlah riwayat.
6. Amalan yang Dicintai Rasulullah SAW
Puasa Asyura merupakan salah satu puasa sunnah yang rutin dan sangat diperhatikan oleh Rasulullah SAW. Hal ini menunjukkan besarnya nilai ibadah tersebut dalam ajaran Islam.
Dengan berbagai keutamaan yang dimiliki, Puasa Tasu'a dan Asyura menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus meraih pahala dan ampunan dari Allah SWT pada bulan Muharram.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(PRI)