Jakarta: Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau terus meluas. Material vulkanik tersebut kini mulai dilaporkan mencapai sejumlah wilayah di Jabodetabek.
Pada Minggu (6/9) pagi, abu vulkanik dilaporkan muncul di beberapa wilayah Tangerang, Jakarta, Depok, Bogor, hingga Bekasi. Informasi tersebut ramai dibagikan masyarakat melalui media sosial dengan mengunggah kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.
Di sejumlah lokasi, debu halus terlihat menempel pada kendaraan maupun berbagai permukaan benda yang berada di luar ruangan. Laporan serupa juga datang dari wilayah Bogor.
Warga di sejumlah kawasan Bogor melaporkan adanya abu vulkanik yang menempel di lingkungan sekitar.
Warga Jabodetabek diimbau waspada, menggunakan masker, dan mengurangi aktivitas di luar rumah.
Baca Juga :
Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 5 Bandara Ditutup
Warga juga diminta tidak panik dan mengikuti informasi resmi dari PVMBG, BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah.
Abu vulkanik terbawa angin
Meluasnya sebaran abu vulkanik tidak terlepas dari kondisi angin di sekitar Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan laporan pemantauan sebelumnya, material vulkanik terbawa angin hingga mencapai sejumlah wilayah di luar kawasan Selat Sunda.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau hingga kini masih menjadi perhatian. Gunung api tersebut berstatus Level III atau Siaga.
Masyarakat, wisatawan, dan nelayan juga diminta tidak mendekati kawah aktif dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung api.
Dampak erupsi juga mulai dirasakan sektor penerbangan. Bandara Soekarno-Hatta sebelumnya ditutup sementara pada Minggu dini hari setelah hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi abu vulkanik di sekitar kawasan bandara.
Penutupan tersebut berdampak terhadap sejumlah penerbangan. Beberapa penerbangan mengalami pembatalan, penundaan, penjadwalan ulang, hingga pengalihan rute.
Jakarta: Sebaran
abu vulkanik akibat erupsi
Gunung Anak Krakatau terus meluas. Material vulkanik tersebut kini mulai dilaporkan mencapai sejumlah wilayah di Jabodetabek.
Pada Minggu (6/9) pagi, abu vulkanik dilaporkan muncul di beberapa wilayah Tangerang, Jakarta, Depok, Bogor, hingga Bekasi. Informasi tersebut ramai dibagikan masyarakat melalui media sosial dengan mengunggah kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.
Di sejumlah lokasi, debu halus terlihat menempel pada kendaraan maupun berbagai permukaan benda yang berada di luar ruangan. Laporan serupa juga datang dari wilayah Bogor.
Warga di sejumlah kawasan Bogor melaporkan adanya abu vulkanik yang menempel di lingkungan sekitar.
Warga Jabodetabek diimbau waspada, menggunakan masker, dan mengurangi aktivitas di luar rumah.
Warga juga diminta tidak panik dan mengikuti informasi resmi dari PVMBG, BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah.
Abu vulkanik terbawa angin
Meluasnya sebaran abu vulkanik tidak terlepas dari kondisi angin di sekitar Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan laporan pemantauan sebelumnya, material vulkanik terbawa angin hingga mencapai sejumlah wilayah di luar kawasan Selat Sunda.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau hingga kini masih menjadi perhatian. Gunung api tersebut berstatus Level III atau Siaga.
Masyarakat, wisatawan, dan nelayan juga diminta tidak mendekati kawah aktif dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung api.
Dampak erupsi juga mulai dirasakan sektor penerbangan. Bandara Soekarno-Hatta sebelumnya ditutup sementara pada Minggu dini hari setelah hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi abu vulkanik di sekitar kawasan bandara.
Penutupan tersebut berdampak terhadap sejumlah penerbangan. Beberapa penerbangan mengalami pembatalan, penundaan, penjadwalan ulang, hingga pengalihan rute.
(PRI)