medcom.id, Yogyakarta: Pengelola Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang berada di Ringroad Barat, Ngebel, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta merasa dibohongi penyewa gedung.
Kepala Biro Humas dan Protokol Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Ratih Herningtyas di Yogyakarta, Kamis (26/6/2014), membantah tudingan fasilitas kampus yang berupa gedung sportorium itu digunakan untuk kampanye pasangan capres/cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
“Kami sama sekali tidak mengetahui jika itu untuk kampanye salah satu pasangan capres dan cawapres,” katanya.
Menurut dia izin yang diajukan adalah untuk pengajian yang akan dihadiri mantan Ketua PP Muhammadiyah Amien Rais, putranya Hanafi Rais, dan Gus Miftah.
Ternyata dalam kegiatan itu, hadir pula Hatta Rajasa dan sejumlah anggota tim sukses pasangan capres/cawapres nomor urut satu.
Izin penggunaan Sportorium, imbuhnya, diajukan oleh Sekretaris Pribadi Amien Rais, Paryanto. “Dalam klausal itu tidak ada kata-kata kampanye dan hanya pengajian dan pihak peminjam tempat sebagai pihak pertama bertanggung jawab moral dan material jika terjadi sesuatu hal saat acara berlangsung,” jelasnya.
Ratih mengakui Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY sudah melakukan klarifikasi terkait kegiatan yang diselenggarakan pada Rabu malam itu kepada pimpinan UMY.
Dan pimpinan UMY, ujarnya sudah menunjukkan surat pengajuan penggunaan Sportorium, yakni untuk kegiatan pengajian bukan untuk kampanye.
Ia menegaskan sebagai institusi pendidikan, UMY netral dan tidak memihak kepada salah satu pasangan calon. Menurut dia, tanggung jawab kegiatan pada Rabu (25/6/2014) malam ada di tangan penyewa gedung bukan di tangan kampus. “UMY tetap netral,” tegasnya.
Pada kegiatan di Sportorium itu, Ketua MPP DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais memberikan tips memilih lurah dan wakil lurah se Indonesia.
Calon yang dipimpin adalah yang dapat mengamankan bangsa dan negara Indonesia di masa datang. “Yang kedua adalah pemimpin yang dapat memegang amanat, memegang tekad, memegang komitmen bangsa Indonesia menuju Indonesia adil makmur dan sejatera,” kata Amien di hadapan ribuan jemaah saat acara zikir dan pengajian akbar di di Gedung Sportotium, Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di Jalan Ring Road Barat, Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul, DIY, Rabu malam (25/6/2014).
Tips yang ke tiga kata Amien pilihlah pasangan yang bisa melindungi, memagari supaya kekayaan alam kita, di lautan, di atas, dan di perut bumi untuk dapat digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia. “Nah dari kriteria itu pasangan capres-cawapres tak lain adalah pasangan nomor urut 1,” jelasnya.
Amien pun berharap masyarakat yang menjalankan puasa dan akan berbuka puasa untuk meluangkan satu menit sebelum berbuka memanjatkan doa agar Prabowo-Hatta meraih kemenangan.
Hatta Rajasa pun menyampaikan visi dan misinya jika terpilih menjadi Presiden/Wakil Presiden.
Kegiatan itu sebenarnya disaksikan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bantul. Hanya saja, kedua institusi itu membiarkan pelanggaran itu terjadi.
“Itu menunjukkan Bawaslu dan Panwaslu sebagai wasit tidak bisa bekerja,” tuding Ketua Tim Pemenangan Pasangan Jokowi-JK Kabupaten Bantul, Kusbowo.
medcom.id, Yogyakarta: Pengelola Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang berada di Ringroad Barat, Ngebel, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta merasa dibohongi penyewa gedung.
Kepala Biro Humas dan Protokol Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Ratih Herningtyas di Yogyakarta, Kamis (26/6/2014), membantah tudingan fasilitas kampus yang berupa gedung sportorium itu digunakan untuk kampanye pasangan capres/cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
“Kami sama sekali tidak mengetahui jika itu untuk kampanye salah satu pasangan capres dan cawapres,” katanya.
Menurut dia izin yang diajukan adalah untuk pengajian yang akan dihadiri mantan Ketua PP Muhammadiyah Amien Rais, putranya Hanafi Rais, dan Gus Miftah.
Ternyata dalam kegiatan itu, hadir pula Hatta Rajasa dan sejumlah anggota tim sukses pasangan capres/cawapres nomor urut satu.
Izin penggunaan Sportorium, imbuhnya, diajukan oleh Sekretaris Pribadi Amien Rais, Paryanto. “Dalam klausal itu tidak ada kata-kata kampanye dan hanya pengajian dan pihak peminjam tempat sebagai pihak pertama bertanggung jawab moral dan material jika terjadi sesuatu hal saat acara berlangsung,” jelasnya.
Ratih mengakui Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY sudah melakukan klarifikasi terkait kegiatan yang diselenggarakan pada Rabu malam itu kepada pimpinan UMY.
Dan pimpinan UMY, ujarnya sudah menunjukkan surat pengajuan penggunaan Sportorium, yakni untuk kegiatan pengajian bukan untuk kampanye.
Ia menegaskan sebagai institusi pendidikan, UMY netral dan tidak memihak kepada salah satu pasangan calon. Menurut dia, tanggung jawab kegiatan pada Rabu (25/6/2014) malam ada di tangan penyewa gedung bukan di tangan kampus. “UMY tetap netral,” tegasnya.
Pada kegiatan di Sportorium itu, Ketua MPP DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais memberikan tips memilih lurah dan wakil lurah se Indonesia.
Calon yang dipimpin adalah yang dapat mengamankan bangsa dan negara Indonesia di masa datang. “Yang kedua adalah pemimpin yang dapat memegang amanat, memegang tekad, memegang komitmen bangsa Indonesia menuju Indonesia adil makmur dan sejatera,” kata Amien di hadapan ribuan jemaah saat acara zikir dan pengajian akbar di di Gedung Sportotium, Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di Jalan Ring Road Barat, Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul, DIY, Rabu malam (25/6/2014).
Tips yang ke tiga kata Amien pilihlah pasangan yang bisa melindungi, memagari supaya kekayaan alam kita, di lautan, di atas, dan di perut bumi untuk dapat digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia. “Nah dari kriteria itu pasangan capres-cawapres tak lain adalah pasangan nomor urut 1,” jelasnya.
Amien pun berharap masyarakat yang menjalankan puasa dan akan berbuka puasa untuk meluangkan satu menit sebelum berbuka memanjatkan doa agar Prabowo-Hatta meraih kemenangan.
Hatta Rajasa pun menyampaikan visi dan misinya jika terpilih menjadi Presiden/Wakil Presiden.
Kegiatan itu sebenarnya disaksikan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bantul. Hanya saja, kedua institusi itu membiarkan pelanggaran itu terjadi.
“Itu menunjukkan Bawaslu dan Panwaslu sebagai wasit tidak bisa bekerja,” tuding Ketua Tim Pemenangan Pasangan Jokowi-JK Kabupaten Bantul, Kusbowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(HNR)