Logo Sumpah Pemuda 2020/Humas Kemenpora,
Logo Sumpah Pemuda 2020/Humas Kemenpora,

Sumpah Pemuda

92 Tahun Sumpah Pemuda, Momentum Pertegas Identitas Indonesia

Nasional sejarah Sumpah Pemuda Bahasa Indonesia
Fachri Audhia Hafiez • 28 Oktober 2020 07:21
Jakarta: Masyarakat dinilai belum disiplin menggunakan bahasa Indonesia. Sebagai bahasa persatuan, bahasa Indonesia belum menjadi identitas jati diri bangsa.
 
"Kedisiplinan akan peran bahasa Indonesia sebagai identitas kebangsaan kita, jati diri kita belum kuat," kata Guru Besar Linguistik Universitas Mataram Mahsun kepada Medcom.id, Selasa, 27 Oktober 2020.
 
Butir dalam naskah Sumpah Pemuda yang berbunyi 'Kami putra putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia' sejatinya mempertegas penggunaan bahasa Indonesia untuk mempersatukan bangsa. Bukan berarti meninggalkan bahasa daerah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dari segi kebahasaan Indonesia itu adalah bahasa lokal. Harus diingat bahasa lokal dulu juga adalah bahasa negara bangsa,  bahasa resminya kerajaan dulu," ucap Mahsun.
 
Dia menyayangkan ketika bahasa Indonesia kerap disepelekan, dengan tidak menjadi acuan kebanggaan. Mahsun mencontohkan penggunaan bahasa Indonesia dalam dunia pendidikan. Ironis, bahasa asing kerap digunakan lantaran lebih dianggap lebih menunjukkan intelektualitas.
 
"Dunia kampus kalau mau memperlihatkan intelektualnya seminarnya pakai bahasa Inggris," ucap Mahsun.
 
Baca: Selektifnya Konstruksi Kata dalam Naskah Sumpah Pemuda
 
Padahal, lanjut Mahsun, bahasa hanya sebuah alat berkomunikasi. Dunia akademik ditentukan oleh kualitas akademik bukan bahasa.
 
Menurut Mahsun, hal ini juga dipengaruhi kurangnya 'keimanan' berbahasa Indonesia generasi muda saat ini. Bahasa Indonesia kerap digunakan bercampur dengan bahasa asing atau istilah baru.
 
Situasi serupa juga terjadi pada kalangan pejabat negara. Bahkan, berbicara di muka publik dengan bahasa Indonesia yang masih belepotan.
 
"Ketika kelas atas tokoh-tokoh kita memberikan tauladan seperti itu, maka yang di bawah juga ikut," ujar Mahsun.
 
Untuk itu, 92 tahun makna Sumpah Pemuda mesti dijadikan instrospeksi diri bagi semua kalangan. Pedoman kosakata yang sudah diracik secara baik harusnya menjadikan kebanggaan menggunakan bahasa Indonesia.
 
"Kita punya sistem kebahasaan sudah sangat bagus, tata bahasa sudah jelas. Kemudian pedoman pembentukan istilah sudah ada, hanya kita tidak mau berbahasa Indonesia," ujar Mahsun.
 
Setiap tahun peringatan Hari Sumpah Pemuda selalu diselenggarakan. Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 2020 yang memasuki usia 92 tahun mengusung tema 'Bersatu dan Bangkit'.
 
Peringatan Hari Sumpah Pemuda termaktub dalam Keputusan Presiden Indonesia Nomor 316 tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur.
 
Berikut ikrar yang dibacakan dalam Kongres Pemuda II pada 27-28 Oktober 1928:
Pertama, Kami Putra-Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
Kedua, Kami Putra-Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga, Kami Putra-Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif