Kabiro Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu, 10 Januari 2021. Medcom.id/Zaenal Arifin
Kabiro Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu, 10 Januari 2021. Medcom.id/Zaenal Arifin

306 Ahli Forensik Identifikasi Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182

Nasional pesawat hilang Pesawat Jatuh sriwijaya air Sriwijaya Air Jatuh Sriwijaya Air Hilang Kontak Pesawat Sriwijaya Air Sriwijaya Air SJ182 Sriwijaya Air Indonesia Sriwijaya Air Jakarta to Pontianak Sriwijaya Air Loses Contact
Zaenal Arifin • 10 Januari 2021 21:20
Jakarta: Ratusan personel tim Disaster Victim Identification (DVI) bekerja di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk mengidentifikasi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Tim tersebut berasal dari sejumlah instansi.
 
"Di Rumah Sakit Polri ini telah bekerja tim DVI sebanyak 306 personel, terdiri atas instansi terkait," ujar Kabiro Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu, 10 Januari 2021.
 
Selain dari Polri, personel tim DVI untuk indentifikasi korban kecelakaan pesawat tersebut berasal dari TNI, Kementerian Kesehatan, dan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia. Identifikasi jasad di tujuh kantong jenazah yang tiba mulai dilakukan dengan bantuan data postmortem dan antemortem.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semua bekerja bersama di RS Polri untuk melakukan identifikasi terhadap jenazah korban dari kecelakaan pesawat tersebut," ucap Rusdi.
 
Hery berharap keluarga korban datang untuk menyerahkan agar identifikasi berjalan cepat. Data apapun yang dimiliki keluarga akan membantu tim DVI mengidentifikasi jenazah korban.
 
Baca: RS Polri Terima Tujuh Kantong Jenazah Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182
 
Pesawat Sriwijaya Air dengan call sign SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pukul 14.40 WIB, Sabtu, 9 Januari 2021. Pesawat berjenis Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK CLC itu lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pukul 14.36 WIB.
 
Posisi terakhir pesawat itu berada di 11 mil laut utara Bandara Soetta, tepatnya di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Pesawat tercatat hendak menambah ketinggian dari 11 ribu ke 13 ribu kaki. Pesawat yang dipastikan jatuh itu mengangkut 62 orang yang terdiri atas 50 penumpang dan 12 kru.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif