Kelelawar/AFP/Radek Mica/ip
Kelelawar/AFP/Radek Mica/ip

Kelelawar Lebih Responsif ketika GMT

Nasional gerhana matahari total
Meilikhah • 09 Maret 2016 14:52
medcom.id, Bogor: Pengamatan perubahan perilaku satwa tak cuma dilakukan di Pusat Penelitian Biologi LIPI Bogor. Pengamatan perilaku satwa saat terjadi gerhana matahari total (GMT) juga dilakukan di Role Rindu, Palu, Sulawesi Selatan.
 
Melalui sambungan telepon, peneliti satwa di Role Rindu Sigit Wiantoro mengungkapkan perubahan perilaku satwa di wilayah itu lebih positif. Salah satu yang diamati adalah perilaku kelelawar yang memang beraktivitas pada malam hari.
 
"Fenomenanya, pagi hari sebelum gerhana, kelelawar menggantung di pohon-pohon dan sangat berisik sekali. Begitu matahari muncul kelelawar langsung diam. Tapi saat gerhana dia berisik lagi," kata Sigit, di Gedung Widyasatwaloka, Pusat Penelitian Biologi LIPI, Bogor, Rabu (9/3/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain kelelawar, pengamatan juga dilakukan terhadap mamalia babi. Babi termasuk satwa yang aktif ketika matahari sudah bersinar. Babi juga melakukan aktivitas seperti makan, berkumpul dengan koloninya di siang hari.
 
"Tapi aneh sekali, pagi aktif, begitu ada sinar tertutup, redup, dia berhenti makan dan mau tidur. Setelah gerhana selesai aktif lagi," katanya.
 
Hal ini terjadi karena Palu merupakan salah satu wilayah yang mengalami GMT lebih jelas ketimbang di Jakarta dan sekitarnya.
 

(OJE)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif