medcom.id, Jakarta: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri kembali melanjutkan proses identifikasi jenazah korban pesawat Aviastar yang jatuh di Pegunungan Pajaja. Sejauh ini, tim sudah mengidentifikasi korban melalui sidik jari.
"Selanjutnya, operasi DVI didelegasikan kepada Kabiddokes Polda Sulawesi Selatan di bawah pimpinan AKBP Harjuno," ujar Direktur Eksekutif DVI Polri Kombes Pol Anton Castilani, saat dikonfirmasi, Rabu (7/10/2015).
Menurut Anton, tim identifikasi terdiri dua ahli gigi dan satuan identifikasi Polda Sulawesi Selatan Barat. Hingga kini, kata dia, seluruh jenazah korban sudah berada di Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses identifikasi.
Meski seluruh korban sudah berhasil diidentifikasi, Anton mengaku, tak akan memberitahu pihak keluarga tentang kondisi jenazah korban.
Dia menambahkan, jika diperlukan timnya akan membawa sampel DNA korban untuk memastikan sampel tersebut sesuai dengan data manivest penumpang Aviastar yang ikut dalam penerbangan dari Masamba ke Makassar.
"Jika memang diperlukan, akan diperiksa dari DNA dengan cara mengirim sampel DNA ke Jakarta untuk diidentifikasi. Tapi saat ini belum (perlu)," kata Anton.
Kemarin, 10 jenazah korban pesawat Aviastar jenis PKBRM/DHC6 milik Aviastar dengan nomor penerbangan MV 7503 tiba di Bandara Lanud Hasanuddin, Makassar. Jenazah dibawa mengunakan dua heli milik Basarnas dan TNI pada Selasa malam.
Dalam pesawat nahas itu ada tiga kru pesawat, yakni Capt Iri Afriadi dengan Co Pilot Yudhistira serta teknisi bernama Soekris Winarto. Tujuh penumpang, yakni Nurul Fatimah, Lisa Falentin, Riza Arman, Sakhi Arqam, M. Natsir, Afif (bayi 1 tahun), Raya Adawiah (balita 3 tahun) kini dilakukan identifikasi di RS Bayangkara karena tubuhnya hangus terbakar.
medcom.id, Jakarta: Tim
Disaster Victim Identification (DVI) Polri kembali melanjutkan proses identifikasi jenazah korban pesawat Aviastar yang jatuh di Pegunungan Pajaja. Sejauh ini, tim sudah mengidentifikasi korban melalui sidik jari.
"Selanjutnya, operasi DVI didelegasikan kepada Kabiddokes Polda Sulawesi Selatan di bawah pimpinan AKBP Harjuno," ujar Direktur Eksekutif DVI Polri Kombes Pol Anton Castilani, saat dikonfirmasi, Rabu (7/10/2015).
Menurut Anton, tim identifikasi terdiri dua ahli gigi dan satuan identifikasi Polda Sulawesi Selatan Barat. Hingga kini, kata dia, seluruh jenazah korban sudah berada di Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses identifikasi.
Meski seluruh korban sudah berhasil diidentifikasi, Anton mengaku, tak akan memberitahu pihak keluarga tentang kondisi jenazah korban.
Dia menambahkan, jika diperlukan timnya akan membawa sampel DNA korban untuk memastikan sampel tersebut sesuai dengan data manivest penumpang Aviastar yang ikut dalam penerbangan dari Masamba ke Makassar.
"Jika memang diperlukan, akan diperiksa dari DNA dengan cara mengirim sampel DNA ke Jakarta untuk diidentifikasi. Tapi saat ini belum (perlu)," kata Anton.
Kemarin, 10 jenazah korban pesawat Aviastar jenis PKBRM/DHC6 milik Aviastar dengan nomor penerbangan MV 7503 tiba di Bandara Lanud Hasanuddin, Makassar. Jenazah dibawa mengunakan dua heli milik Basarnas dan TNI pada Selasa malam.
Dalam pesawat nahas itu ada tiga kru pesawat, yakni Capt Iri Afriadi dengan Co Pilot Yudhistira serta teknisi bernama Soekris Winarto. Tujuh penumpang, yakni Nurul Fatimah, Lisa Falentin, Riza Arman, Sakhi Arqam, M. Natsir, Afif (bayi 1 tahun), Raya Adawiah (balita 3 tahun) kini dilakukan identifikasi di RS Bayangkara karena tubuhnya hangus terbakar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TII)