Ibadah Pasakah di Gereja Katedral. MTVN/Arga Sumantri
Ibadah Pasakah di Gereja Katedral. MTVN/Arga Sumantri

Uskup Katedral: Ada yang Sengaja Lupakan Sejarah

Nasional peringatan paskah
Arga sumantri • 27 Maret 2016 12:31
medcom.id, Jakarta: Nilai Pancasila sebagai budaya bangsa dinilai sudah luntur dari budaya Bangsa Indonesia. Pemerintah maupun warga sudah melupakan mufakat dan kerap mengedepankan kekerasan untuk menyelesaikan masalah.
 
Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo mengatakan, ada tiga sejarah bangsa Indonesia yang menunjukkan kekuatan Pancasila.
 
"Peristiwa Kebangkitan Nasional pada 1908. Ikrar satu nusa, satu bahasa, satu bangsa pada 1928, hingga berlanjut pada proklamasi 1945," kata Suharyo saat memberikan keterangan di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Minggu (27/3/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Suharyo, sejarah mesti jadi pengingat bangsa Indonesia saat dalam kesulitan. Dia yakin, prinsip nilai Pancasila dapat menjadi solusi masalah di Indonesia.
 
"Tidak sedikit masyarakat kita lupa akan sejarah. Ada juga sengaja yang melupakan, bahkan tidak mau mengingat," ungkap Suharyo.
 
Menurutnya, saat ini masyarakat kerap mengedepankan kekerasan untuk menyelesaikan masalah.
 
"Kekerasan, voting, lebih sering dikedepankan. Keyakinan saya, musyawarah mufakat merupakan jati diri dalam kehidupan bangsa dan negara kita," kata Suharyo.
 
Suharyo mengajak umat Katolik menjadikan Pancasila sebagai bahan renungan lima tahun ke depan. "Pancasila ini akan jadi perenungan umat Katolik pada lima tahun ke depan," ujarnya.
 
Suharyo berharap Pancasila bukan sebatas bahan renungan. Dia berharap umat Katolik dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif