Kepala BNPT Boy Rafli Amar/Branda Antara
Kepala BNPT Boy Rafli Amar/Branda Antara

Kepala BNPT Minta Fanatisme Agama Tak Digunakan untuk Memonopoli

Nasional terorisme toleransi beragama kerukunan antarumat beragama kerukunan antarumat BNPT
Antara • 23 April 2022 13:32
Jakarta: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar mengimbau masyarakat Indonesia tidak menjadikan fanatisme agama sebagai alat monopoli kebenaran. Sehingga, dapat mencegah perpecahan.
 
"Fanatisme terhadap agama itu bagus sekali. Akan tetapi, yang terpenting tidak boleh memonopoli kebenaran atau menyatakan kebenaran secara sepihak dan mengatakan yang lain salah," kata Boy Rafli dikutip dari Antara, Sabtu, 23 April 2022.
 
Menurut dia, fanatisme agama yang tidak diikuti dengan monopoli kebenaran akan menjaga kebhinekaan sekaligus persatuan dan kesatuan. Di sisi lain, Boy Rafli memandang setiap umat beragama sebenarnya patut memiliki fanatisme terhadap agamanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: BNPT Sebut Kerja Sama Pentahelix Sukses Terapkan Deradikalisasi Narapidana
 
"Fanatisme dalam menjalankan ibadah dan syariat agama memang merupakan hal yang harus dilakukan sebagai orang yang beriman dan bertakwa," katanya.
 
Meskipun begitu masyarakat harus menyadari ada pemeluk agama lain yang memiliki bentuk ibadah dan syariat masing-masing. Setiap anak bangsa harus saling menghargai dan menghormati, terlepas dari apa pun agama yang dianut.
 
"Ini juga merupakan prinsip tasawuf atau bertoleransi," kata Boy Rafli.
 
Selanjutnya, Kepala BNPT ini juga menyampaikan bahwa keberagaman di Indonesia, seperti suku, agama, adat, dan budaya, merupakan keniscayaan. Hal ini mesti dijaga seluruh elemen bangsa.
 
Bahkan, kata dia, proses masuk dan penyebaran suatu agama ke Indonesia, seperti Islam, tidak terlepas dari pembauran dengan adat dan istiadat yang beragam.
 
"Bangsa Indonesia sangat beragam, bahkan proses masuknya agama Islam juga diteruskan para wali berbaur dengan adat dan budaya sehingga kita harus melihatnya sebagai kekayaan Indonesia yang tidak dimiliki oleh bangsa lain," ujar Boy Rafli.
 
Dengan demikian, dia pun mengajak segenap bangsa Indonesia untuk senantiasa mensyukuri keberagaman di Tanah Air dengan tidak memonopoli kebenaran melalui fanatisme dan tetap menguatkan nilai-nilai toleransi.

 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif