Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. Medcom.id/Kumara Anggita
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. Medcom.id/Kumara Anggita

Masa Tanggap Darurat Tsunami Selat Sunda Diperpanjang

Nasional Tsunami di Selat Sunda
Kumara Anggita • 31 Desember 2018 18:18
Jakarta: Pemerintah daerah Lampung Selatan dan Banten memperpanjang masa tanggap darurat bencana tsunami. Perpanjangan dilakukan lantaran proses penanganan setelah bencana masih terus berlangsung.
 
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan masa tanggap darurat untuk daerah Lampung Selatan seharusnya berakhir 29 Desember 2018. Namun, diperpanjang hingga 5 Januari 2019.
 
"Mengingat masih banyak korban yang hilang. Lalu kerusakan, dan pengungsi yang terus bertambah” kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta, Senin, 31 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, masa tanggap darurat di Banten juga diperpanjang selama 14 hari, terhitung mulai 27 Desember 2018 hingga 9 Januari 2019. Kebijakan ini dibuat untuk memudahkan akses bagi pemerintah daerah maupun pusat menangani korban dan dampak yang terjadi.
 
“Kemudahan akses tadi adalah pengerahan personel, pemberian peralatan, bantuan logistik, dan keuangan, baik dari APBN dan APBD”, ujarnya.
 
Hingga hari ke-9, BNPB mencatat korban meninggal akibat tsunami Selat Sunda mencaapai 427 orang. Sebanyak 16 orang masih dinyatakan hilang, 14.059 korban luka-luka, dan 33.719 pengungsi.
 
Tsunami Selatan Sunda juga menyebabkan 2.752 unit rumah rusak. Sebanyak 92 penginapan dan warung, 510 perahu, 147 kendaraan, satu dermaga, dan satu shelter juga dilaporkan mengalami kerusakan.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif