medcom.id, Jakarta: Hasil tes kejiwaan Rizky Silaban alias Buyung diharapkan menjadi titik terang misteri pembunuhan adiknya, Putri Mariska, 13. Pasalnya, polisi terkendala dengan keterangan Buyung yang kerap berubah. Bahkan dia menyebut sosok jin sebagai pembunuh adiknya.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Muhammad Iqbal menjelaskan, awalnya Buyung mengaku pembunuh adiknya adalah pria berbadan besar menggunakan jaket warna hitam. Namun keterangan ini berubah, Buyung lantas mengaku melihat jin yang menghabisi nyawa adiknya.
"Ini makanya kita lakukan tes kejiwaan terhadap Rizki," kata Muhammad Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (23/6/2015).
Menurut dia, hingga kini polisi sudah memeriksa tuujuh orang saksi termasuk Buyung yang turut menjadi korban dalam kasus ini. Polisi juga masih menunggu pemeriksaan DNA dari darah Buyung untuk dicocokan dengan sperma yang ditemukan di tubuh Putri.
"Ini sedang menunggu ketepatan alat-alat bukti. Hasil DNA sperma sebelumnya sudah jadi namun kurang kuat jadi kita lakukan tes lagi DNA darah," tambah mantan Kapolres Jakarta Utara ini.
Ditanya lebih lanjut soal dugaan pembunuhan mengarah ke Buyung, Iqbal menepisnya. Menurut dia, polisi tidak bisa menduga pelaku pembunuhan sebelum ada bukti yang akurat.
Buyung satu-satunya orang yang ada saat pembunuhan Putri terjadi di rumahnya, Kampung Duku, Jalan Masjid Al Baido, RT 03/ 05, Kelurahan Sudimara Selatan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Leher Buyung, seperti juga Putri, tersayat, tapi nyawanya masih terselamatkan.
Keterangan Buyung diyakini bisa mengungkap tabir yang menyelimuti kematian Putri. Buyung, kepada ibunya, pernah meminta maaf karena tak bisa mencegah tragedi tersebut terjadi dan menjaga Putri.
medcom.id, Jakarta: Hasil tes kejiwaan Rizky Silaban alias Buyung diharapkan menjadi titik terang misteri pembunuhan adiknya, Putri Mariska, 13. Pasalnya, polisi terkendala dengan keterangan Buyung yang kerap berubah. Bahkan dia menyebut sosok jin sebagai pembunuh adiknya.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Muhammad Iqbal menjelaskan, awalnya Buyung mengaku pembunuh adiknya adalah pria berbadan besar menggunakan jaket warna hitam. Namun keterangan ini berubah, Buyung lantas mengaku melihat jin yang menghabisi nyawa adiknya.
"Ini makanya kita lakukan tes kejiwaan terhadap Rizki," kata Muhammad Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (23/6/2015).
Menurut dia, hingga kini polisi sudah memeriksa tuujuh orang saksi termasuk Buyung yang turut menjadi korban dalam kasus ini. Polisi juga masih menunggu pemeriksaan DNA dari darah Buyung untuk dicocokan dengan sperma yang ditemukan di tubuh Putri.
"Ini sedang menunggu ketepatan alat-alat bukti. Hasil DNA sperma sebelumnya sudah jadi namun kurang kuat jadi kita lakukan tes lagi DNA darah," tambah mantan Kapolres Jakarta Utara ini.
Ditanya lebih lanjut soal dugaan pembunuhan mengarah ke Buyung, Iqbal menepisnya. Menurut dia, polisi tidak bisa menduga pelaku pembunuhan sebelum ada bukti yang akurat.
Buyung satu-satunya orang yang ada saat pembunuhan Putri terjadi di rumahnya, Kampung Duku, Jalan Masjid Al Baido, RT 03/ 05, Kelurahan Sudimara Selatan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Leher Buyung, seperti juga Putri, tersayat, tapi nyawanya masih terselamatkan.
Keterangan Buyung diyakini bisa mengungkap tabir yang menyelimuti kematian Putri. Buyung, kepada ibunya, pernah meminta maaf karena tak bisa mencegah tragedi tersebut terjadi dan menjaga Putri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)