medcom.id, Jakarta: Warga Bogor heboh dengan kabar beredar permen lollipop mengandung narkoba dijual Rp1.000 dan Rp3.000. Badan Narkotika Nasional sudah menguji dan memastikan permen tersebut negatif zat adiktif atau narkoba.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Unit Laboraturium Narkotika BNN Kombes Kuswardani saat mengumumkan hasil uji laboratorium terhadap sampel permen lollipop yang diduga mengandung narkoba.
"Terkait penemuan permen yang diduga mengandung narkoba, ternyata setelah dilakukan pengujian di laboraturium narkoba BNN disimpulkan bahwa permen tersebut negatif. Jadi tidak mengandung narkotika atau bahan psikoaktif lainnya," kata Kuswardani di Gedung BNN, Jakarta, Kamis (27/8/2015).
Kuswardani mengatakan, lollipop hanya permen biasa. "Permen tersebut hanya kembang gula biasa, tidak mengandung zat yang membahayakan. Hanya terdiri dari zat pemanis dan pewarna yang digunakan pada permen lainnya," ujarnya.
Walau hasil tes menunjukan permen lollipop negatif, Kepala Bagian Humas BNN Kombes Slamet Pribadi mengingatkan, masyarakat untuk tetap waspada terhadap peredaran dan bahaya narkotika.
"BNN tetap mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap berbagai modus peredaran gelap narkoba yang semakin beragam," kata Slamet.
medcom.id, Jakarta: Warga Bogor heboh dengan kabar beredar permen lollipop mengandung narkoba dijual Rp1.000 dan Rp3.000. Badan Narkotika Nasional sudah menguji dan memastikan permen tersebut negatif zat adiktif atau narkoba.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Unit Laboraturium Narkotika BNN Kombes Kuswardani saat mengumumkan hasil uji laboratorium terhadap sampel permen lollipop yang diduga mengandung narkoba.
"Terkait penemuan permen yang diduga mengandung narkoba, ternyata setelah dilakukan pengujian di laboraturium narkoba BNN disimpulkan bahwa permen tersebut negatif. Jadi tidak mengandung narkotika atau bahan psikoaktif lainnya," kata Kuswardani di Gedung BNN, Jakarta, Kamis (27/8/2015).
Kuswardani mengatakan, lollipop hanya permen biasa. "Permen tersebut hanya kembang gula biasa, tidak mengandung zat yang membahayakan. Hanya terdiri dari zat pemanis dan pewarna yang digunakan pada permen lainnya," ujarnya.
Walau hasil tes menunjukan permen lollipop negatif, Kepala Bagian Humas BNN Kombes Slamet Pribadi mengingatkan, masyarakat untuk tetap waspada terhadap peredaran dan bahaya narkotika.
"BNN tetap mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap berbagai modus peredaran gelap narkoba yang semakin beragam," kata Slamet.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)