medcom.id, Jakarta: TNI mengerahkan seluruh kekuatan untuk mencari dan mengevakuasi korban AirAsia QZ8501. Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan, besok sekira pukul 05.00 WIB, pasukan Katak menuju lokasi diduga pesawat jatuh.
"Besok, Amfibi sudah dikirimkan dengan kekuatan 47 orang akan berangkat jam lima pagi menuju sasaran," kata Panglima TNI di Kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2014).
Harapan dia, besok ombak di lokasi sasaran tenang, sehingga operasi bisa langsung dilakukan sekira pukul 06.00 WIB. "Begitu ombak tenang, kita kerahkan kekuatan maksimal. Saat ini sudah ada 20 pasukan Katak yang bisa melakukan penyelamatan," ujarnya.
Dia juga memerintahkan TNI Angkatan Udara menyiapkan helikopter untuk keperluan di Pangkalan Bun dan pesawat Hercules buat mengangkut korban dari Pangkalan Bun ke Surabaya. Dia mengatakan, satu helikopter bisa membawa lima atau enam korban.
"Jadi kekuatan kami kerahkan semua. Dari situ diperlukan peti jenazah, kemudian kami bawa ke menggunakan Hercules ke Surabaya," tambahnya.
Di Surabaya, lanjut dia, Pangdam juga menyiapkan personel untuk membawa korban ke rumah duka. "Satu Hercules bisa membawa 30 peti jenazah," paparnya.
medcom.id, Jakarta: TNI mengerahkan seluruh kekuatan untuk mencari dan mengevakuasi korban AirAsia QZ8501. Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan, besok sekira pukul 05.00 WIB, pasukan Katak menuju lokasi diduga pesawat jatuh.
"Besok, Amfibi sudah dikirimkan dengan kekuatan 47 orang akan berangkat jam lima pagi menuju sasaran," kata Panglima TNI di Kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2014).
Harapan dia, besok ombak di lokasi sasaran tenang, sehingga operasi bisa langsung dilakukan sekira pukul 06.00 WIB. "Begitu ombak tenang, kita kerahkan kekuatan maksimal. Saat ini sudah ada 20 pasukan Katak yang bisa melakukan penyelamatan," ujarnya.
Dia juga memerintahkan TNI Angkatan Udara menyiapkan helikopter untuk keperluan di Pangkalan Bun dan pesawat Hercules buat mengangkut korban dari Pangkalan Bun ke Surabaya. Dia mengatakan, satu helikopter bisa membawa lima atau enam korban.
"Jadi kekuatan kami kerahkan semua. Dari situ diperlukan peti jenazah, kemudian kami bawa ke menggunakan Hercules ke Surabaya," tambahnya.
Di Surabaya, lanjut dia, Pangdam juga menyiapkan personel untuk membawa korban ke rumah duka. "Satu Hercules bisa membawa 30 peti jenazah," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)