medcom.id, Jakarta: Crisis Center AirAsia di Terminal 1A Bandar Udara Soekarno-Hatta, sepi. Balum satu pun keluarga penumpang AirAsia QZ8501 mendatangi posko itu.
"Untuk laporan awal bisa ditanyakan di sini. Tapi, hari ini, saat saya bertugas belum ada keluarga penumpang melapor," kata Jajang Rojulaini, guest service Crisis Center AirAsia Terminal 1A Bandara Soetta, Senin (29/12/2014).
AirAsia sengaja membantuk empat posko untuk menampung laporan dan informasi seputar nasib QZ8501 beserta 155 penumpangnya. Posko utama ada di ruang VIP Terminal 1, tepatnya berada di kawasan parkir umum kendaraan.
Posko satu di Terminal 1, jadi satu dengan Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru. Posko dua di Terminal 2 dan posko tiga di Terminal 3.
Keluarga penumpang AirAsia QZ8501.AFP/Juni Kriswanto
Selain di empat posko itu, keluarga atau kerabat penumpang yang datang ke Bandara Soetta juga bisa menghubungi konter informasi di seluruh terminal penumpang. Tapi, pantauan Metrotvnews.com, sejauh ini semua posko terlihat senyap.
Airasia QZ8501 mengangkut 155 penumpang, terdiri dari 138 penumpang dewasa, 16 anak-anak, satu bayi, dan enam kru. Burung besi itu dinyatakan hilang kontak setelah 42 menit mengudara dari Bandara Juanda menuju Singapura, jam 05.35.
Pesawat tiba-tiba lenyap ketika berada di atas perairan antara Pulau Karimata dan Pulau Belitung. Dan, sampai berita ini disusun, jejak QZ8501 belum terendus.
Pencarian pesawat masih terus dilakukan dengan melibatkan tim besar di bawah komando Basarnas. TNI Angkatan Laut mengerahkan enam KRI dan satu pesawat patroli maritim CN-235.
TNI Angkatan Udara menerjunkan pesawat AI 7303/B737 untuk surveilans, pesawat CN-235 dari Surabaya, pesawat HA 1323/C130, dan helikopter Puma HT 3310.
Basarnas mengirim tujuh kapal dari Jakarta, Jambi, Pangkal Pinang, dan Palembang. Juga dua capung besi SAR dari Pondok Cabe. Bea Cukai mengerahkan tiga kapal: BC 7003, BC 9002, dan BC 10002.
Kemenhub mengerahkan pesawat kalibrasi King Air dan Bakamla mengirim Kapal Negara Bintang Laut dari Batam. Polri membantu mencari QZ8501 dengan empat kapal, sedangkan BPPT mengerahkan kapal riset BPPT Baruna Jaya IV.
medcom.id, Jakarta: Crisis Center AirAsia di Terminal 1A Bandar Udara Soekarno-Hatta, sepi. Balum satu pun keluarga penumpang AirAsia QZ8501 mendatangi posko itu.
"Untuk laporan awal bisa ditanyakan di sini. Tapi, hari ini, saat saya bertugas belum ada keluarga penumpang melapor," kata Jajang Rojulaini, guest service Crisis Center AirAsia Terminal 1A Bandara Soetta, Senin (29/12/2014).
AirAsia sengaja membantuk empat posko untuk menampung laporan dan informasi seputar nasib QZ8501 beserta 155 penumpangnya. Posko utama ada di ruang VIP Terminal 1, tepatnya berada di kawasan parkir umum kendaraan.
Posko satu di Terminal 1, jadi satu dengan Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru. Posko dua di Terminal 2 dan posko tiga di Terminal 3.
Keluarga penumpang AirAsia QZ8501.AFP/Juni Kriswanto
Selain di empat posko itu, keluarga atau kerabat penumpang yang datang ke Bandara Soetta juga bisa menghubungi konter informasi di seluruh terminal penumpang. Tapi, pantauan
Metrotvnews.com, sejauh ini semua posko terlihat senyap.
Airasia QZ8501 mengangkut 155 penumpang, terdiri dari 138 penumpang dewasa, 16 anak-anak, satu bayi, dan enam kru. Burung besi itu dinyatakan hilang kontak setelah 42 menit mengudara dari Bandara Juanda menuju Singapura, jam 05.35.
Pesawat tiba-tiba lenyap ketika berada di atas perairan antara Pulau Karimata dan Pulau Belitung. Dan, sampai berita ini disusun, jejak QZ8501 belum terendus.
Pencarian pesawat masih terus dilakukan dengan melibatkan tim besar di bawah komando Basarnas. TNI Angkatan Laut mengerahkan enam KRI dan satu pesawat patroli maritim CN-235.
TNI Angkatan Udara menerjunkan pesawat AI 7303/B737 untuk surveilans, pesawat CN-235 dari Surabaya, pesawat HA 1323/C130, dan helikopter Puma HT 3310.
Basarnas mengirim tujuh kapal dari Jakarta, Jambi, Pangkal Pinang, dan Palembang. Juga dua capung besi SAR dari Pondok Cabe. Bea Cukai mengerahkan tiga kapal: BC 7003, BC 9002, dan BC 10002.
Kemenhub mengerahkan pesawat kalibrasi King Air dan Bakamla mengirim Kapal Negara Bintang Laut dari Batam. Polri membantu mencari QZ8501 dengan empat kapal, sedangkan BPPT mengerahkan kapal riset BPPT Baruna Jaya IV.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ICH)