Patung Macan Ikonik Kediri Kini Resmi Punya Merchandise Sendiri (tangkapan layar X)
Patung Macan Ikonik Kediri Kini Resmi Punya Merchandise Sendiri (tangkapan layar X)

Dari Viral Jadi Cuan! Patung Macan Ikonik Kediri Kini Resmi Punya Merchandise Sendiri

Muhammad Syahrul Ramadhan • 08 Januari 2026 10:33
Jakarta: Masih ingat dengan patung macan di Kediri yang sempat viral karena raut wajahnya yang "unik" dan jauh dari kesan garang? Alih-alih dilupakan, kepopuleran patung ini justru semakin meroket. 
 
Kini, sosok macan yang mengundang tawa netizen tersebut resmi naik kelas dengan hadirnya lini merchandise khusus yang menjadi buruan kolektor dan wisatawan.
 
Beberapa waktu lalu, foto patung macan di salah satu sudut Kediri ini meledak di platform X dan TikTok. Berbeda dengan patung harimau pada umumnya yang terlihat gagah, patung ini justru memiliki ekspresi wajah yang jenaka, dengan mata dan mulut yang memberikan kesan "ramah" sekaligus lucu. 

Netizen Indonesia yang kreatif langsung menjadikannya bahan meme, yang kemudian membuat banyak orang penasaran untuk melihatnya langsung secara offline.
 
Penjual merchandise bertema macan putih dengan desain yang unik di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang mulai menjamur. Dari kaos, stiker, balon, sampai aksesori motor dan mobil dijual oleh warga. 
 
Produk-produk tersebut banyak diminati pengunjung sebagai cenderamata setelah berfoto di kawasan patung viral tersebut.
 
Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, menyatakan bahwa patung yang keberadaannya hanya berfungsi sebagai ikon desa setempat kini berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan objek wisata bagi warga setempat.
 
“Pembuatan ikon Patung Macan Putih ini kami syukuri karena ternyata membawa keberkahan bagi UMKM Desa Balongjeruk dan sekitarnya,” ujar Safi’i pada hari Sabtu, 3 Januari 2026.
 
Baca juga: Unik, Polres Jombang Hadirkan Posyan Nataru Bertema “Istana Frozen”

 
Adapun merchandise yang dijual memiliki desain menarik seperti kaos yang bergambar Macan Putih ikonik tersebut dengan tulisan I Love Balongjeruk. Harga yang ditawarkan juga bervariasi dan terjangkau, seperti stiker yang dijual mulai dari harga Rp2 ribu per buah.
 
Seiring berjalannya waktu, jumlah pengunjung semakin meningkat dan penjual dadakan di sekitar lokasi juga terus bertambah, Yang awalnya hanya terdapat 10 pedagang, kini jumlahnya terus meningkat secara signifikan.
 
“Awalnya mungkin sekitar 10 pedagang, sekarang setiap hari bertambah. Bisa lebih dari 100 pedagang yang berjualan di sekitar situ,” tambah Safi’i.
 
Selain melestarikan ikon lokal yang sudah terlanjur terkenal, hal ini juga membuka lapangan pekerjaan bagi pengrajin lokal. 
Wisatawan yang datang ke Desa Balongjeruk kini tidak hanya sekadar berfoto di depan patung aslinya, tetapi juga bisa membawa pulang buah tangan yang unik dan tidak ditemukan di daerah lain.
 
(Fany Wirda Putri)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan