Suasana pagi di Kota Pontianak. Foto: Medcom.id/Zam
Suasana pagi di Kota Pontianak. Foto: Medcom.id/Zam

Kualitas Udara Sejumlah Wilayah Masuk Kategori Berbahaya, Apa itu PM2.5?

Annisa ayu artanti • 11 September 2026 07:00
Ringkasnya gini..
  • Sejumlah wilayah Indonesia memiliki kualitas udara tidak sehat hingga sangat tidak sehat akibat tingginya konsentrasi PM2.5.
  • PM2.5 berukuran sangat kecil dan dapat masuk jauh ke paru-paru serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Jakarta: Kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia hari ini masih perlu diwaspadai. Data pemantauan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2.5 di beberapa daerah berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.

Pada Kamis, 10 September 2026, IQ Air mencatat konsentrasi PM2.5 tertinggi antara lain berada di Kubu Raya, Kalimantan Barat, sebesar 243,1 µg/m³ dan Mempawah sebesar 129,7 µg/m³. Selain itu, PM2.5 di Sintang tercatat 142,4 µg/m³ atau kategori sangat tidak sehat. 

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena PM2.5 merupakan partikulat berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.

Apa Itu PM2.5?

PM2.5 atau Particulate Matter 2.5 merupakan partikel udara dengan diameter lebih kecil atau sama dengan 2,5 mikrometer (µm).

Ukurannya sangat kecil, bahkan jauh lebih kecil dibandingkan diameter rambut manusia. Partikel ini dapat berasal dari berbagai sumber, seperti asap kendaraan, aktivitas industri, pembakaran sampah, pembangkit listrik berbahan bakar fosil, hingga kebakaran hutan dan lahan.

Karena ukurannya sangat halus, PM2.5 menjadi salah satu polutan udara yang perlu diperhatikan.

Kebakaran hutan dan lahan juga dapat menghasilkan partikulat dalam jumlah besar. Asap dari kebakaran dapat membawa partikel halus dan terbawa angin ke wilayah yang cukup jauh dari lokasi sumbernya.

Mengapa PM2.5 Berbahaya bagi Kesehatan?

Masalah utama PM2.5 terletak pada ukurannya yang sangat kecil. Partikel tersebut dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan mencapai bagian dalam paru-paru.

Sebagian partikulat juga dapat masuk ke aliran darah. Paparan PM2.5 berkaitan dengan berbagai gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan dan kardiovaskular.

Dampaknya dapat berupa:

- iritasi saluran pernapasan
- batuk dan sesak napas
- penurunan fungsi paru-paru
- memburuknya gejala asma
- penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
- pneumonia dan infeksi saluran pernapasan
- penyakit jantung dan pembuluh darah
- stroke
- kanker paru-paru
- diabetes tipe 2
- gangguan pada kehamilan
- peningkatan risiko kematian dini

Risiko tersebut tidak sama pada setiap orang. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit jantung dan paru termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap dampak polusi udara.

Ini Kategori PM2.5 Menurut BMKG

Konsentrasi PM2.5 dibagi menjadi lima kategori. Semakin tinggi angkanya, semakin buruk kondisi kualitas udara.
  1. Baik: 0–15,5 mikrogram per meter kubik
  2. Sedang: 15,6–55,4 mikrogram per meter kubik
  3. Tidak Sehat: 55,5–150,4 mikrogram per meter kubik
  4. Sangat Tidak Sehat: 150,5–250,4 mikrogram per meter kubik
  5. Berbahaya: lebih dari 250,5 mikrogram per meter kubik


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>