Transformasi layanan KAI jadi contoh pengelolaan transportasi publik. ist
Transformasi layanan KAI jadi contoh pengelolaan transportasi publik. ist

Transformasi Layanan KAI Berbuah Lonjakan Penumpang

Adri Prima • 12 Juli 2026 18:21
Ringkasnya gini..
  • Transformasi KAI mendorong lonjakan pelanggan menjadi lebih dari 128 juta orang pada Januari–Maret 2026.
  • Peningkatan layanan KAI mencakup digitalisasi, peremajaan lokomotif, hingga fasilitas yang lebih aman dan nyaman.
  • Perjalanan transformasi KAI diabadikan di Philip Kotler Museum sebagai contoh inovasi layanan transportasi publik.
Jakarta: Transformasi menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas transportasi publik di Indonesia. Hal ini pula yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) demi menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin aman, nyaman, dan berorientasi pada pelanggan.
 
Sepanjang Januari - Maret 2026 saja, KAI tercatat melayani lebih dari 128 juta pelanggan, naik sekitar 10% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan bagaimana transformasi yang dilakukan selama bertahun-tahun kini benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
 
Akademisi sekaligus pengamat Transportasi Darat, Djoko Setijowarno menyoroti perubahan layanan kereta api dimulai dari pembenahan internal sebelum akhirnya dirasakan oleh pelanggan.

Menurutnya, transformasi tersebut diwujudkan mulai dari sterilisasi stasiun hingga peningkatan kualitas fasilitas.
 
“Transformasi dimulai dari dalam organisasi sebelum diberikan kepada pelanggan. Pendekatan ini lebih efektif dibanding melakukan perubahan eksternal tanpa didukung pembenahan internal. Hasilnya pun telah terlihat dan didukung oleh pelanggan,” kata Djoko Setijowarno.
 
Hal senada juga disampaikan Taufik Effendi, Travel Content Creator yang telah menjajal layanan kereta api di 24 negara.
 
Menurutnya, transformasi KAI bukan sekadar terlihat dari sisi fisik, tetapi juga tercermin dalam kualitas layanan yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Taufik mengaku telah mengikuti perkembangan KAI sejak masih duduk di bangku sekolah. Karena itu, ia merasakan sendiri perubahan besar yang terjadi, mulai dari kondisi stasiun, kenyamanan perjalanan, hingga pelayanan yang kini jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu.
 
“Saya merasakan sendiri transformasi KAI dari dulu sampai sekarang. Perubahannya jauh sekali. Sekarang naik kereta bukan hanya soal berpindah tempat, tetapi sudah menjadi pengalaman yang menyenangkan,” kata Taufik Effendi.
 
Ia menambahkan,  perubahan tersebut juga membuat perjalanan dengan kereta semakin diminati. Banyak masyarakat kini memilih kereta bukan hanya karena faktor efisiensi, tetapi juga karena kenyamanan dan kualitas layanan.
 

Peremejaan lokomotif


Komitmen meningkatkan kualitas layanan dibuktikan KAI lewat program peremajaan besar-besaran terhadap unit lokomotif dan unit kereta. 
 
Artinya, transformasi tidak berhenti pada pembaruan fasilitas maupun sistem layanan, namun juga konsisten dan berorientasi pada pelanggan ataupun pengguna.
 

Transformasi KAI di Philip Kotler Museum


Perjalanan transformasi KAI ini juga sudah diabadikan di dalam Philip Kotler Museum of Marketing with Hermawan Kartajaya yang berlokasi di kantor MCorp di Office 88, Kota Kasablanka. 
Transformasi Layanan KAI Berbuah Lonjakan Penumpang
Museum ini menampilkan transformasi pertama dengan berfokus pada pembangunan jaringan rel dan infrastruktur kereta. Suasana stasiun masih terbuka tanpa sistem digital. Tiket kertas manual menjadi satu-satunya akses, dan pengalaman pelanggan belum menjadi prioritas.
 
Memasuki era reformasi layanan, KAI berbenah dengan pendekatan yang lebih berpusat pada pelanggan. Inovasi seperti pembelian tiket daring, e-Kiosk, boarding pass, serta pembenahan sistem stasiun menjadi titik balik penting. Transformasi ini dilanjutkan dengan digitalisasi awal lewat aplikasi KAI Access, penggunaan QR code, dan integrasi berbagai layanan dalam satu platform digital.
 
Kini, KAI memasuki fase digital lanjutan yang mengusung teknologi prediktif dan personalisasi. Fitur seperti check-in berbasis face recognition, pembayaran cashless lintas platform, serta pelacakan real-time dan loyalty program menjadi standar baru.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>