Ilustrasi Foto: MI/ Rommy Pujianto
Ilustrasi Foto: MI/ Rommy Pujianto

Cara Cek Desil Kemensos, Kamu Termasuk Orang Have atau Not Have?

Muhammad Syahrul Ramadhan • 14 Agustus 2026 17:40
Ringkasnya gini..
  • Desil bisa menunjukan tingkat kesejahteraan seseorang atau keluarga dalam pemetaan pemerintah sesuai posisinya.
  • Desil tidak ditentukan berdasarkan besaran gaji seseorang dalam kategori sosial ekonomi tertentu.
  • Pemerintah membagi masyarakat ke dalam 10 kelompok atau 10 desil.

Jakarta: Desil memang menjadi penentu seseorang untuk mendapatkan bansos atau tidak. Tapi, bukan cuma itu, desil juga bisa menunjukan tingkat kesejahteraan seseorang atau keluarga dalam pemetaan pemerintah sesuai posisinya. Semakin rendah angka desil, maka semakin tinggi peluang keluarga tersebut dalam daftar prioritas dalam perlindungan sosial.

Lantas, bagaimana cara mengetahui tingkatan desil kita dalam hal ini?

Melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), pemerintah membagi masyarakat ke dalam 10 kelompok atau 10 desil. Posisi dan tingkatan ini ditentukan berdasarkan pemetaan indikator ekonomi dari kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah hingga paling tinggi.

Status desil sebuah keluarga dijadikan salah satu acuan dalam penentuan sasaran berbagai program bantuan sosial.

Tingkatan Desil 1 sampai 10

Terdapat beberapa anggapan yang salah terkait pembagian tingkatan desil ini salah satunya adalah bergantung pada besaran gaji seseorang. Secara teknis, dilansir dari laman akun X resmi Badan Pusat Statistik @bps_statistics, desil tidak ditentukan berdasarkan besaran gaji seseorang dalam kategori sosial ekonomi tertentu. Pengelompokan desil ini didasarkan pada puluhan variabel yang berhubungan dengan sosial ekonomi keluarga.

Dalam DTSEN, desil terbagi sebagai berikut:

Desil 1: Dikategorikan bagi 10% keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah yang pada umumnya menjadi target utama program penanganan kemiskinan ekstrem.

Desil 2-4: Termasuk kelompok lapisan bawah hingga menengah-bawah atau istilah yang lagi viral saat ini, orang not have. Kelompok ini pun masih termasuk target utama dalam pemberian bantuan sosial seperti PKH dan sembako. 

Desil 5: Kelompok ini merupakan kelompok menang-bawah yang dapat menjadi batas penerima program jaminan sosial dalam kebijakan tertentu, seperti PBI BPJS Kesehatan.

Desil 6-10: Kelompok yang termasuk dalam desil ini dianggap memiliki tingkat kesejahteraan menengah ke atas hingga kelompok paling mampu. Bisa dibilang kalau kamu masuk ke tingkat desil ini, kamu adalah orang have!

Baca Juga :

Cara Cek Nama Penerima Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Secara Online

Cara Cek Desil Kemensos 2026

Untuk dapat mengetahui kamu termasuk orang have, orang enough, atau orang not have, kamu bisa cek informasi terkait desil pada situs resmi Cek Bansos Kemensos. Ikuti langkah berikut:

  1. Buka website cekbansos.kemensos.go.id menggunakan perangkat browser yang ada pada gadget.
  2. Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai dengan yang tertera pada KTP.
  3. Klik “Cari Data”
  4. Tunggu hingga hasil pencarian muncul pada sistem.

Jika data telah ditemukan, pengguna dapat mendapatkan informasi mengenai identitas penerima, posisi desil dalam DTSEN, jenis bantuan sosial yang diterima, serta periode penyaluran bantuan. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait informasi desil ini.

Cek Fakta Soal Desil

Berdasarkan informasi dari laman resmi BPS melalui postingannya di akun X, berbagai anggapan tersebar dalam masyarakat terkait desil ini. Yuk, cek faktanya!

  1. Penerima bansos tidak ditetapkan oleh BPS, kewenangan ini berada di tangan kementerian atau lembaga terkait. Dalam hal ini, BPS hanya berperan sebagai penyedia bahan data statistik dan sosial ekonomi.
  2. Desil bukan jadi label orang miskin atau kaya karena tingkatan ini digunakan untuk mengelompokkan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraannya yang dapat dilihat melalui karakteristik keluarga dan wilayah beserta distribusinya. Desil dimanfaatkan untuk penargetan program sosial bukan sebagai label terhadap status sosial seseorang.
  3. Perubahan status desil tidak dapat berubah otomatis. Perubahan baru dapat terjadi apabila terdapat perubahan atau pembaruan data yang menjadi dasar pemeringkatan.
  4. Kepemilikan kendaraan tidak menjadi satu-satunya penentu status desil seseorang. Penentuan kesejahteraan hidup seseorang dipertimbangkan dengan melihat berbagai kondisi dalam suatu keluarga.
  5. Tidak ada tabel resmi pengelompokkan desil berdasarkan besaran gaji bulanan.

Waspadai selalu informasi yang belum tentu benar dan cek penjelasan lengkap mengenai DTSEN di highlight Edukasi Statistik pada laman resmi instagram Badan Pusat Statistik. Tentuin status have atau not have kamu dengan bijak!
 
(Vira Farhatul Maula)


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>